
Kemenhaj Sumsel imbau jemaah haji waspadai cuaca panas di Tanah Suci

Palembang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Selatan mengimbau para calon haji asal wilayah setempat untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kebugaran fisik selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Kepala Kanwil Kemenhaj Sumsel M. Arkan Nurwahiddin saat melepas kelompok terbang (kloter) 14 di Embarkasi Palembang, Selasa, menegaskan bahwa kondisi cuaca tahun ini memerlukan ketahanan fisik.
"Jamaah haji agar memperhatikan kondisi cuaca selama menjalankan ibadah di Tanah Suci," katanya.
Ia mengimbau jamaah untuk melakukan mitigasi mandiri. Jamaah diminta minum air secara rutin tanpa menunggu haus untuk mencegah dehidrasi.
"Ibadah haji bukan hanya soal kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik dalam menghadapi cuaca. Kami meminta jamaah tetap menjaga kesehatan dan mematuhi arahan petugas demi keselamatan," ujar Arkan.
Selain itu, kata dia, penggunaan alat pelindung diri seperti payung, topi, kacamata hitam, dan tabir surya menjadi hal yang penting saat beraktivitas di luar ruangan.
Kemenhaj juga menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda heatstroke, seperti pusing, lemas, hingga kenaikan suhu tubuh secara mendadak.
Bagi calon haji yang merasakan gejala tersebut diminta segera mencari tempat berteduh dan melapor kepada petugas kloter.
"Cuaca di Tanah Suci bisa sangat panas. Kami minta jamaah disiplin membatasi aktivitas di bawah terik matahari agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar hingga kembali sebagai haji yang mabrur," katanya.
Hingga keberangkatan kloter 14 ini, Embarkasi Palembang telah memberangkatkan total 6.195 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 5.068 calon haji asal Sumatera Selatan, 1.071 asal Bangka Belitung, serta 56 petugas pendamping kloter.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
