
Sebanyak 15 kasus DBD terjadi di OKU selama Januari-Mei 2026

Baturaja (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan menangani sebanyak 15 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang dialami masyarakat di daerah itu.
"Selama periode Januari hingga saat ini tercatat sebanyak 15 kasus DBD yang kami tangani," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) OKU, Andi Prapto di Baturaja, Selasa.
Dia mengatakan, kemunculan kasus DBD ini disebabkan karena musim hujan sehingga banyak genangan air tempat nyamuk Aedes aegypti berkembang biak dan menyebarkan penyakit pada manusia.
Penderita DBD menyerang semua kalangan mulai dari pasien anak-anak hingga dewasa yang terpaksa menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit wilayah setempat, namun tidak ada korban meninggal dunia.
Sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan DBD, saat ini pihaknya kembali menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya menerapkan pola 3M yaitu mengubur, menutup dan menguras bak penampungan air agar terhindar dari penyakit DBD.
"Pola 3M ini masih menjadi cara yang sangat efektif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari DBD," ujarnya.
Masyarakat juga disarankan untuk memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi agar nyamuk tidak masuk ke dalam rumah.
Sementara, berdasarkan data sepanjang tahun 2025 Dinas Kesehatan OKU mencatat angka penyebaran DBD di wilayah setempat mencapai 161 kasus.
Jumlah tersebut turun dibandingkan 2024 yaitu menembus angka sebanyak 412 kasus, namun tidak ada pasien yang meninggal dunia akibat DBD.
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
