Logo Header Antaranews Sumsel

Kilang Pertamina Plaju perkuat rantai pasok energi di Sumbagsel

Rabu, 6 Mei 2026 16:25 WIB
Image Print
Kilang Plaju memiliki kapasitas desain pengolahan mencapai 120 MBSD atau sekitar 12 persen dari total kapasitas kilang Pertamina. ANTARA/HO/PT Kilang Pertamina Internasional RU III Plaju

Palembang (ANTARA) - Kilang Plaju, Palembang, memperkuat perannya sebagai penopang utama ketahanan energi nasional dengan menjamin kontinuitas pasokan di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui pengelolaan rantai pasok terintegrasi, mulai dari penerimaan minyak mentah hingga distribusi produk ke masyarakat.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Perliansyah di Palembang, Rabu, mengatakan, sebagai kilang tertua di Indonesia, Kilang Plaju memiliki kapasitas desain pengolahan mencapai 120 MBSD. Angka ini setara dengan 12 persen dari total kapasitas kilang Pertamina secara nasional.

Pasokan minyak mentah (crude oil) sebagai bahan baku utama diperoleh melalui jalur pipa dan kapal. Pasokan dari Sumbagsel, seperti Ramba (Jambi), South Palembang District (SPD), Talang Akar Pendopo, dan Kaji, disalurkan melalui jaringan pipa. Sementara itu, pasokan dari luar wilayah seperti Banyu Urip, Mudi, Arjuna, dan Ketapang didistribusikan melalui jalur laut.

Untuk menjaga keandalan, Kilang Plaju mengoptimalkan distribusi melalui skema ship-to-ship (STS) di perairan Muntok, Selat Bangka. Minyak mentah dari kapal induk (mothership) dipindahkan ke kapal kecil, lalu diangkut menyusuri Sungai Musi menuju dermaga Kilang Plaju untuk diolah.

Minyak mentah tersebut diolah melalui lima unit Crude Distillation Unit (CDU). Proses ini didukung unit penunjang lain seperti HVU, FCCU, PP Plant, EWTP, Offsite, dan Utilities guna memastikan operasi berjalan optimal.

Setiap tahapan pengolahan melalui pengendalian kualitas yang ketat. Minyak mentah wajib melewati inspeksi laboratorium sebelum masuk ke unit pengolahan. Produk akhir juga diuji untuk mendapatkan Certificate of Analysis (COA) atau Certificate of Quality (COQ) sebagai jaminan mutu sesuai standar.

Produk yang dihasilkan meliputi Gasoline Series (bensin), Gasoil Series (solar), avtur, LPG, hingga produk petrokimia seperti Polytam. Seluruh produk didistribusikan melalui Subholding Commercial & Trading Pertamina ke berbagai terminal BBM di Sumbagsel.

Ia menyatakan kelancaran energi adalah hasil sinergi dan penguatan keamanan operasional di wilayah perairan.

"Sebagai objek vital nasional, operasional Kilang Plaju strategis bagi ekonomi. Kami terus berkolaborasi memastikan keamanan rantai pasok agar suplai energi masyarakat tetap terjaga," ujar Perliansyah.

Ia menambahkan, keandalan operasional dijalankan sesuai regulasi serta penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara disiplin. Dengan budaya keselamatan kerja yang tinggi, Kilang Plaju berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.(***)



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026