Logo Header Antaranews Sumsel

Program "Karo Mamang" PEP Ramba Field berdayakan ekonomi perempuan Mangunjaya Muba

Jumat, 24 April 2026 12:34 WIB
Image Print
Kelompok Wanita Tani Pelangi di Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, memanen ikan hasil budidaya keramba apung organik. (ANTARA/HO-PEP)

Palembang (ANTARA) - Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi di Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, memanen ikan hasil budidaya keramba apung organik pada Kamis (23/4/2026).

Budidaya tersebut merupakan bagian dari program Karo Mamang (Keramba Apung Organik Ekonomi Mangunjaya) yang diinisiasi oleh Pertamina EP (PEP) Ramba Field, bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4.

Sejak 2025, sebanyak 25 perempuan yang tergabung dalam KWT Pelangi aktif mengelola keramba ini. Program tersebut bertujuan menggerakkan ekonomi lokal melalui hasil panen ikan segar dan pengembangan produk turunan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Senang sekali melihat hasil panen hari ini. Berkat pendampingan dari PEP Ramba, kami menjadi paham teknik perawatan hingga panen. Hasilnya mulai terasa untuk menambah penghasilan keluarga," ujar salah seorang anggota KWT Pelangi, Reni.

Lurah Mangunjaya Fitriya memberikan apresiasi atas kegigihan para anggota KWT Pelangi dan dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dari PEP Ramba Field. Ia menilai program ini merupakan momentum pemberdayaan masyarakat yang lebih luas di wilayahnya.

"Harapannya kegiatan ini terus berlanjut dan dikembangkan agar semakin banyak memberi manfaat bagi masyarakat," kata Fitriya.

Kelompok Wanita Tani Pelangi di Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, memanen ikan hasil budidaya keramba apung organik. (ANTARA/HO-PEP)


Program Karo Mamang dirancang sebagai jaring pengaman ekonomi saat warga menghadapi gagal panen akibat banjir. Selain itu, program ini mengedepankan aspek pelestarian lingkungan dengan menekan produksi limbah budidaya sekecil mungkin.

Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Iwan Ridwan Faizal menyatakan bahwa keberhasilan di Mangunjaya merupakan buah kerja keras warga dan dukungan pemangku kepentingan.

"Program Karo Mamang kami jalankan melalui perencanaan dan pendampingan dari awal hingga tahap panen. Kami berharap kegiatan ini menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi masyarakat Mangunjaya," kata Iwan.

Inovasi keramba apung organik di Mangunjaya ini tidak hanya fokus pada sektor perikanan, tetapi juga menjadi motor perubahan sosial yang mengintegrasikan aspek ekonomi dengan perlindungan lingkungan di Musi Banyuasin.(***)



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026