Tortor dan tepung tawar beras kuning sambut Jokowi

id jokowi, presiden, joko widodo, pernikahan kahiyang ayu-bobby, jokowi disambut tortor dan beras kuning, manortor, gibran

Putra Joko Widodo, Gibran Rakabuming Manortor ketika mengikuti ritual adat "Mangalo-alo Mora" pada ngunduh mantu resepsi pernikahannya di Medan, Sumatera Utara, Jumat (24/11/2017). (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Medan (ANTARA Sumsel) - Tarian tortor dan tepung tawar dengan beras kuning menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dalam upacara adat pernikahan puterinya, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution, di Medan, Sabtu.

Upacara secara adat Mandailing itu digelar ketika Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana tiba di Kompleks Bukit Hijau Regency yang menjadi lokasi "Ngunduh Mantu" tersebut.

Upacara adat diawali dengan mempersilakan Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana duduk di kursi penyambuatan. Setelah itu, disuguhkan baki yang berisi sirih, gambir, pinang, dan tembakau.

Setelah menerima tanda penyambutan secara adat tersebut, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana diarak secara adat menuju aula utama "Margalanggang" atau lokasi menortor.

Ketika menuju aula utama tersebut, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana "diayapi" atau diiringi tortor dari keluarga menantu secara mundur dan diiringi dengan pukulan gong dan silat Mandailing.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana dikawal hulubalang berpakaian merah, putih, dan hitam. Di belakangnya terlihat Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, mantan Gubernur Sumut Syamsul Arifin, dan sejumlah tokoh nasional.

Setiba di gerbang aula utama, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana disambut tepung tawar dengan penyiramamn beras kuning sebagai tanda dan harapan agar keluarga besan Bobby Nasution itu selalu merasa damai dan makmur.

Setelah itu, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana memasuki gerbang yang bagian atasnya bertuliskan "Horas Tondi Madingin Pir Tondi Matogu Saur Matua Bulung"  yang berarti ucapan selamat berbahagia untuk pengantin agar menjadi keluarga bahagia dan terhormat.

Kemudian, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana disematkan ulos atau selendang khas Mandailing sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan atas kedatangan tamu terhormat.

Salah seorang pengetua adat menyebutkan, penyematan ulos tersebut juga bentuk doa agar Presiden Joko Widodo dan keluarga selalu tegar dan tabah menghadapi berbagai tantangan. 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar