Baturaja (ANTARA Sumsel) - Komandan Kodim 0403 Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan, Letkol Inf M Sjahroni mengatakan pengawasan warga asing yang melakukan aktivitas di sejumlah perusahaan di daerah tersebut semakin diperketat.
"Kami memperketat pengawasan terhadap warga asing yang melakukan aktivitas di Ogan Komering Ulu (OKU), karena bisa jadi masuk ke Indonesia sebagai pekerja, tetapi misinya disusupkan sebagai agen mata-mata dari lembaga pertahanan salah satu negera," kata Dandim 0403 OKU, Letkol Inf M Sjahroni di Baturaja, Selasa.
Usai menghadiri rapat koordinasi lintas lembaga di kantor Kesbangpol dan Linmas di Baturaja, Dandim mengatakan bahwa keluar masuk orang asing yang diketahui mengantongi visa dan izin tinggal sebagai tenaga kerja di OKU, setidaknya tercatat sekitar 200 orang lebih pekerja asing dari sejumlah negara.
Oleh karena itu kata Dandim, pihaknya memperkuat koordinasi dengan lembaga terkait untuk memperketat pengawasan, sebab terbuka peluang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang datang ke Indonesia berada di OKU masih kurang lengkap dokumen ke imigrasiannya.
Di samping itu, bisa saja mereka berpura-pura sebagai pekerja, tetapi mendapat penugasan intelijen untuk menjadi agen mata-mata mengancam sistem pertahanan negara.
Ditambahkan Dandim, untuk melakukan pengawasan terhadap gerak-gerik orang asing TNI tidak bisa bekerja sendiri, kecuali merangkul semua pihak termasuk andil masyarakat luas untuk segera melaporkan ke Koramil terdekat jika melihat keberadaan orang asing supaya bisa dideteksi aktivitasnya.
Sementara, informasi yang dihimpun di lapangan bahwa pekerja asing terbanyak jumlahnya 300 orang lebih bekerja di PT Semen Baturaja.
TKA ini hampir 85 persen berprofesi sebagai sopir, buruh kasar dan tukang yang sengaja didatangkan dari Thiongkok, untuk pendirian Pabrik Semen Baturaja II.
Sementara selebihnya hanya sebatas tenaga teknis yang profesional bekerja pada PLTU Terusan dan sejumlah tambang minyak serta gas di wilayah OKU.
Meski demikian Dandim mengakui, TKA yang diperketat pengawasanya itu paling dominan warga Thiongkok, jumlahnya paling banyak masuk ke OKU. "Mereka bekerja sebagai buruh dan tenaga teknis di salah satu perusahaan besar," kata Dandim tanpa menyebut lokasi kerja TKA dimaksud.
