Pemkot Lubuklinggau bangun jalan lingkar tiga km

id lubuklinggau, pemkot lubuklinggau

Pemkot Lubuklinggau bangun jalan lingkar tiga km

Pemerintah Kota Lubuk Linggau (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)

Lubuklinggau (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan membangun jalan lingkar wilayah barat sepanjang tiga kilometer, lebar tujuh meter dengan biaya sekitar Rp700 juta.

Jalan lingkar itu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan besar dalam kota, di samping bisa meningkatkan harga tanah masyarakat di sepanjang jalan tersebut, kata Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe melalui Humas Nurussuhi Nawawi, Minggu.

Ia mengatakan, jalan lingkar itu sebagian besar melintas lahan masyarakat yang kondisinya masih semak belukar, namun tetap dilakukan ganti rugi dan ada juga lahan dihibahkan warga setempat.

Dalam pelaksanaan pembangunan jalan baru itu akan kerja sama dengan Program Manunggal TNI yang dilaksanakan Kodim setempat dan saat ini berjalan lancar.

Meskipun ada satu dua warga memprotes keberadaan jalan itu, tapi tetap akan dilanjutkan untuk meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana perluasan Kota Lubuklinggau.

Belum lama ini ada puluhan warga diberikan penghargaan oleh Kodim setempat karena secara rela memberikan lahan mereka untuk pembangunan jalan tersebut.

Bagi masyarakat yang lahannya terkenda bangunan jalan dan pemerintah daerah belum sempat minta izin agar dimaklumi, karena untuk kepentingan bersama dimasa mendatang, katanya.

Kepala Dinas PU Kota Lubuklinggau Nobel Nawawi mengatakan, pembangunan jalan baru itu dimulai dari SMA Negeri 9, Jalan lintas Sumatera menghubungkan pada jalan lingkar selatan dan perbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

Pembangunan jalan lintas Barat tersebut baru mulai pembukaan badan jalan dan mudah-mudahan rampung tepat waktu pada beberapa bulan ke depan.

Mengenai adanya protes pemilik lahan, ia mengaku kesalahan teknis saja karena sebelum pembukaan jalan itu dimulai petugas di lapangan belum pamit dengan pemilik lahan tersebut, ujarnya.

Salah seorang pemilik lahan H Supria Effendi mengatakan warga tidak keberatan memberikan lahan tersebut, namun sebelum digusur hendaknya ada pemberitahuan karena ada tanam tumbuh yang mau dipindahkan.

"Kalau sekarang tidak bisa berbuat banyak karena sudah digusur denagn alat berat," ujarnya.

Pewarta :
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.