Pemkab Lubuklinggau akan dipasang alat CCTV

id cctv, alat motitor pengamanan

Pemkab Lubuklinggau akan dipasang alat CCTV

Ilustrasi - Petuga memasang cctv (FOTO ANTARA)

Lubuklinggau (ANTARA Sumsel) - Pemkab Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan mulai 2014 akan dipasang 77 titik Closed Circuit Television (CCTV) untuk meningkatkan pelayanan keamanan di wilayah itu.

Untu pengadaan dan pemasangan alat tersebut, Pemerintah Kota Lubuklinggau menyiapkan dana Rp3,7 miliar, belum termasuk pembangunan gedungnya, kata Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe di Lubiklinggau, Senin.

Dia mengatakan, selama ini wilayah itu dikenal sangat rawan berbagai tingkat kriminalitas, namun setelah ada pemasangan kamera pemantau itu, mudah-mudahan dapat ditekan.

Keberadaan alat pemantau tersebut, selain dapat mengetahui tindak kriminal juga bisa memantau kinerja para satuan Kerja perangkat Daerah (SKPD) setempat.

Nantinya operator CCTV tersebut dan pos-pos pengendaliannya akan diserahkan ke Polres setempat, sedangkan sarana gedungnya sementara memanfaatkan gedung kantor Polres.

Mudah-mudahan tahun anggaran berikutnya minimal pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2014 bisa dianggarkan pembangunan gedung baru.

Program pemasangan CCTV itu saat ini dalam tahap tender dan sekitar Juli 2014 pengoperasiannya akan diserahkan ke Polres setempat.

Setelah dioperasikan CCTV yang baru itu, maka alat pemantau yang ada di setiap SKPD akan dikoneksikan ke pusat pengendalian di Polres Lubuklinggau.

Dengan demikian jajaran Polres setempat bisa memantau kegiatan seluruh SKPD termasuk kinerja di kantor wali kota sendiri, jelasnya.

Kapolres Kota Lubuklinggau, AKBP Dover C Lumban Gaol mengatakan, sebelum CCTV itu dioperasikan akan menyiapkan personil khusus untuk mengendalikan monitor alat pemantau itu.

"Kita akan menyiapkan personil dari bagian operasi Subag Humas Polres untuk mengontrol di ruang monitor CCTV tersebut," ujarnya.

Pewarta :
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.