Pemkot Lubuklinggau pasang cctv antisipasi kejahatan

id lubuklinggau, alat monitor,pemkot lubuklinggau pasang scctn

Pemkot Lubuklinggau pasang cctv antisipasi kejahatan

Ilustrasi - Petuga memasang cctv (FOTO ANTARA)

Lubuklinggau (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan akan memasang 100 titik alat monitor atau Closed Circuit Television/CCTV untuk mencegah aksi kejahatan di daerah itu.

Tindak kejahatan dan kekerasan di daerah itu selama ini sudah meresahkan masyarakat, terutama pada lokasi obyek wisata dan kawasan strategis pusat keramaian, kata Humas Pemakot Lubuklinggau Nurussulhi Nawawi dihubungi, Selasa.

Lokasi dipasang cctv atau alat monitor itu, langsung dipantau di jajaran Polres Kota Lubuklinggau, sehingga bila terjadi aktivitas kejahatan bisa segera diketahui dengan jelas.

Dengan adanya progran itu, paling tidak bisa menekan angka kriminalitas, serta meminimalisir tindak kejahatan yang kerap terjadi sekaligus mempermudah pihak kepolisian mengidentifikasi pelaku, katanya.

Ia mengatakan, tindak kejahatan di Lubuklinggau sudah sangat akut dilakukan secara perorangan dan kelompok, aksi kekerasan, penipuan pada malam maupun siang hari.

Dengan adanya pemasangan cctv itu diharapkan tingkat kriminal di wilayah Lubuklinggau akan berkurang, sehingga aktivitas warga sehari-hari menjadi tenang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Lubuklinggau, Dedi Yansyah mengungkapkan, Pemkot tetap memprioritaskan tujuh bidang pembangunan dan jika anggarannya disetujui DPRD, tahun 2014 akan dipasang CCTV di 100 titik jalan.

Program 100 CCTV akan dipasang pada titik-titik rawan tindak kriminalitas guna menjaga keamanan Kota Lubuklinggau, karena selama ini banyak tindak kejahatan yang terjadi dan sulit menangkap pelakunya.

"Bila anggaran yang diusulkan itu disetujui DPRD, maka program menekan tindak kriminalitas diharapkan bisa berjalan dengan baik," katanya.

Ia menambahkan, rencananya monitor CCTV ini akan diawasi dan dipasang di Mapolres dan kantor Satpol PP Kota Lubuklinggau serta instansi terkait lainnya.

Pewarta :
Editor: Awi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.