
Dana BLSM Musirawas baru tersalurkan 75 persen

Musirawas (ANTARA Sumsel) - Penyaluran dana bantuan langsung sementara masyarakat tahap kedua di Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, hingga saat ini baru terealisasi sekitar 75 pesen dari 33.138 jumlah kartu perlindungan sosial.
"Proses pencairan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Kabupaten Musirawas, secara keseluruhan masih ada beberapa desa lagi, terutama desa yang jauh dari ibu kota kabupaten," kata petugas Kantor Pos Musirawas-Kota Lubuklinggau Imam Ali Akbar, Sabtu.
Ia menjelaskan, dari beberapa desa yang belum membayarkan BLSM itu antara lain di Kelurahan Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, karena mereka belum mengembalikan 1.453 KPS.
Pada penyaluran BLSM di wilayah jauh dari ibukota kabupaten itu banyak kendala-kendalannya, terkadang ada masyarakat miskin yang tidak mendapatkan BLSM menuntut harus dapat dan lainnya.
"Padahal kami hanya melayani pengambilan BLSM bagi masyarakat yang namanya terdata pada pusat, dan jangan salahkan kami karena data itu juga berasal dari kepala desa atau lurah masing-masing," katanya.
Ia menambahkan, bagi desa yang sudah selesai membagikan BLSM tahap kedua dan mengembailkan KPS tersebut, namun bagi masyarakat terlambat mengembalikannya, akan diberikan waktu hingga Oktober mendatang.
Dana BLSM itu tidak boleh terlalu lama disimpan di kecamatan, bila belum dibagikan maka petugas akan mengambil dan langsung disetor ke pusat, ujarnya.
Seorang kepala desa mengatakan, pihaknya sulit membagikan BLSM tersebut karena bila disalurkan sesuai nama yang terdata dalam daftar dari pusat akan mendapat protes dari warga miskin lainnya.
Data penerima BLSM dari pusat, sebagian besar warga sudah mampu dan bila dibagikan akan terjadi salah sasaran, sedangkan warga betul-betul miskin di desa ini belum ada namanya padahal mereka sudah terdata sejak lima tahun silam, ujar kepala desa yang enggan disebutkan namanya itu.
Pewarta: Oleh: Zulkifli Lubis
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
