Logo Header Antaranews Sumsel

Dua kecamatan di Musirawas akan terima BLSM

Rabu, 4 September 2013 14:51 WIB
Image Print
Masyarakat penerima dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tahap II antre menunggu giliran pembayaran di Kantor Pos. (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)

Musirawas, Sumsel (ANTARA Sumsel) - Ribuan rumah tangga miskin di Kecamatan Beliti dan Tiang Pumpung Kepungut, Kabupaten Musirawas, Sumsel, akan menerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tahap ke dua.

Asisten II Setwilda Kabupaen Musirawas Saipul Ibna, Rabu mengatakan, di antara mereka terdapat sekitar seratus rumah tangga sasaran yang belum menerima BLSM pada tahap pertama karena ada kendala teknis.

Bagi warga kurang mampu yang tidak menerima BLSM tahap pertama itu diharapkan tetap menerima pada tahap kedua dan seluruh jatah mereka diberikan semua.

"Saya sudah koordinasi dengan kepala kantor Muara Beliti bahwa pembagian BLSM itu transparan dan tepat sasaran," ujarnya.

Kepala PT Pos Unit Muara Beliti Priyono mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan berbagai sarana baik keamanan dan tempat duduk masyarakat yang akan antrean mengambil BLSM hari ini.

Tahap pertama warga di Kecamatan Muara Beliti akan mengambil BLSM itu dan hari kedua dijadwalkan masyarakat miskin di Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut.

Ia mengatakan, bagi warga yang belum menerima BLSM periode pertama, sesuai petunjuk Kepala PT Pos cabang Lubuklinggau akan diberikan pada periode kedua.

Sedangkan teknis pembagiannya akan menunggu usulan dari masing-masing desa, sedangkan blanko penerima tahap kedua ini sudah diberikan pada masing-masing camat.

"Kami juga telah memberikan blanko perubahan data bagi warga tidak tepat sasaran, namun bagi yang tidak tepat sasaran itu sudah dimusyawarahkan kepala desa masing-masing," ujarnya.

Pada pembagian BSLM pertama cukup lancar, meskipun masih ada warga miskin yang belum menerima akibat ketidakhadiran mereka saat pembagian berlangsung, namun jatah mereka akan diberika pada priode kedua ini.

Dalam pembagian BLSM itu petugas Pos Indonesia tidak menentukan warga yang akan menerima karena data penerima itu langsung dari pusat.

"Kami hanya membagikan sesuai data pusat dan bantuan itu diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan rumah tangga," ujarnya.



Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026