Jakarta (ANTARA Sumsel) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan bahwa peta pasangan usia subur (peta PUS) sangat membantu dalam pengendalian laju pertumbuhan penduduk sekaligus menghindari peserta KB yang terhenti karena tidak terpantau petugas lapangan.
"Karena itu program peta PUS akan digencarkan kembali hingga ke tingkat pedesaan," kata Plt Kepala BKKBN Sudibyo Alimoeso di Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan, peta PUS berguna untuk mengetahui berapa jumlah pasangan usia subur yang sedang hamil atau yang sedang menggunakan alat kontrasepsi KB seperti pil, IUD, susuk KB maupun kontrasepsi kondom.
Dengan demikian, petugas lapangan KB bisa memonitor kapan PUS itu harus menggunakan kontrasepsi KB ulangan.
Dia mencontohkan, pasangan usia subur yang sudah menggunakan kontrasepsi pil KB, maka jadwal ulangan dia harus meminum pil KB dapat terpantau.
Di beberapa provinsi, peta PUS sudah mulai dikembangkan lagi seperti di Jawa Timur, Lampung, Jambi, dan Jawa Barat.
Menurut dia, dikemudian hari akan lebih banyak provinsi yang mengembangkan lagi peta PUS hingga ke tingkat pedesaan.
Dia juga menyebutkan bahwa sensus penduduk 2010 merilis bahwa lebih dari 50 persen penduduk Indonesia adalah perempuan dan terutama mereka tinggal di perdesaan.
Sebagian besar berada dalam status ekonomi dan tingkat pendidikan yang rendah. Kondisi itu menjadi salah satu penyebab kematian ibu dan bayi.
"Program KB sangat efektif dalam menghindari kematian ibu dan bayi," katanya.
