Logo Header Antaranews Sumsel

Cegah listrik padam di Sumatera, PLN minta Gubernur Sumsel buka jalan truk batu bara di Lubuk Linggau

Kamis, 22 Januari 2026 14:10 WIB
Image Print
Truk angkutan batu bara dihentikan petugas saat melintasi jalan Lubuk Linggau, Sumsel, Kamis (22/1/2026). (ANTARA/HO-PLN)

Palembang (ANTARA) - PT PLN (Persero) berharap truk pengangkut batubara yang memasok kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Bengkulu dapat diperbolehkan melintasi jalan umum di Sumatera Selatan demi menjaga pasokan di Sistem Pembangkitan mengingat stok yang tersedia hanya bertahan untuk tiga hari ke depan.

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo dalam keterangan pers yang diterima ANTARA, Kamis, menyampaikan bahwa terhentinya distribusi batu bara ke PLTU Bengkulu terjadi akibat adanya desakan dan pembatasan dari Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru yang didukung DPRD Sumsel terhadap aktivitas angkutan batu bara. Kondisi tersebut berdampak langsung pada terganggunya rantai pasok energi primer ke pembangkit listrik.

“Saat ini PLTU tidak mendapatkan pasokan batu bara karena adanya desakan dari pemerintah provinsi. Stok yang tersedia sangat terbatas dan hanya cukup untuk tiga hari ke depan,” ujar Rizal, dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, PLTU di Bengkulu merupakan bagian penting dari Sistem Kelistrikan Sumatera, khususnya Sumatera Bagian Selatan. Gangguan pasokan batu bara ini berpotensi menurunkan kapasitas pembangkit dan mengancam keandalan pasokan listrik di sejumlah wilayah.

“Apabila distribusi batu bara tidak segera kembali normal, maka potensi pemadaman listrik tidak hanya terjadi di Bengkulu, tetapi dapat meluas ke beberapa wilayah di Sumatera Selatan, bahkan hingga Jambi,” tegasnya.

Lokasi truk angkutan batu bara yang dilarang melintas (lingkaran merah). (ANTARA/HO-PLN)


Sebelumnya, distribusi batu bara ke PLTU Bengkulu mengalami hambatan akibat pembatasan operasional 150 truk batu bara. Pembatasan tersebut berkaitan dengan aspirasi dan tekanan dari pemerintah daerah terkait dampak lalu lintas dan aktivitas angkutan batu bara terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.

Baca juga: Jaga keberlangsungan operasional PLTU Sumbagsel, Pemprov kaji pemberian diskresi angkutan batu bara

Namun di sisi lain, batu bara merupakan sumber energi utama bagi PLTU yang menyuplai listrik ke jutaan pelanggan di wilayah Sumatera. Terhentinya pasokan batu bara secara mendadak menyebabkan stok di pembangkit menipis dan menempatkan sistem kelistrikan dalam kondisi siaga.

"Saya meminta dengan hormat kepada Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru membuka jalan agar truk-truk batu bara segera memenuhi kebutuhan pasokan batu bara di PLTU Bengkulu," katanya.

PLN menegaskan bahwa keberlanjutan pasokan listrik merupakan kepentingan strategis nasional, mengingat listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat serta penopang utama aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan industri.

Harapan Solusi Bersama

PLN menyatakan memahami perhatian pemerintah daerah terhadap aspek sosial dan lingkungan. Namun, PLN berharap agar dapat ditemukan solusi bersama yang proporsional, sehingga kepentingan daerah tetap terakomodasi tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat luas.

“Kami berharap ada ruang dialog dan solusi bersama. Jika suplai batubara terhenti terlalu lama, pemadaman listrik menjadi tidak terhindarkan dan ini akan berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Rizal.

PLN saat ini terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait guna memastikan distribusi batubara ke PLTU dapat kembali berjalan normal dan risiko gangguan listrik dapat diminimalkan.(***)

Baca juga: Gubernur Sumsel keluarkan intruksi larang angkutan batu bara lintasi Jembatan Muara Lawai



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026