Palembang (ANTARA Sumsel) - Pembeli arang kayu masih cukup banyak di Palembang untuk keperluan memasak makanan terutama pengusaha rumah makan dan pedagang sate.
"Saya bisa menjual sebanyak 50 karung arang kayu setiap hari," kata Marhama, pedagang di Palembang, Sabtu.
Menurut dia, arang kayu itu ia beli dari daerah sekitar Palembang yang dibawa langsung oleh masyarakat ke tempatnya berdagang.
Pembeli arang kayu itu ada yang langsung datang ke tempatnya dan ada juga diantar ke pelanggan, katanya.
Ia menyatakan, arang kayu itu ia beli dengan harga bervariasi untuk ukuran karung besar Rp29 ribu per karung, sedangkan yang kecil Rp17 ribu per karung.
Keuntungan yang diperolehnya dalam menjual arang kayu itu setiap karungnya sekitar Rp3.000,-, katanya sambil terus memisahkan arang kayu yang kasar dan halus.
Ia menuturkan, harga arang kayu itu berbeda-beda untuk yang halus dijual Rp23 ribu per karung ukurang kecil, sedangkan arang kayu masih kasar dijual Rp18 ribu per karung.
Arang kayu itu ada berasal dari kayu gelam dan kayu racuk dan ada kelebihan sendiri-sendiri seperti kayu gelam lambat hidupnya, tetapi lama matinya.
Sementara salah seorang pembeli, Acan mengatakan, kalau ia membeli arang kayu itu untuk berjualan martabak, jadi masaknya menggunakan arang.
"Setiap dua hari sekali saya membeli dua karung arang di sini," katanya.(Susi)
