Ternyata batik logo Sriwijaya FC diminati

id baju, batik, logo sriwijaya fc, sepakbola, koni

Ternyata batik logo Sriwijaya FC diminati

Baju batik Sriwijaya Football Club dijajakan di gerai resmi kawasan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis (7/6). Produk tersebut menjadi cederamata keluaran klub asal Sumatera Selatan. (Foto Antarasumsel.com/Dolly)

....Baju batik berlogo sriwijaya fc paling dicari warga, dibanding pernak-pernik lain....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Baju batik bermotif logo Sriwijaya Football Club ternyata semakin diminati masyarakat, karena pengaruh dari menanjaknya prestasi tim asal Sumsel itu pada musim ini, kata Neneng, penjaga gerai resmi di kawasan Jakabaring, Palembang, Kamis.

"Saat ini baju batik yang paling dicari warga dibandingkan pernak-pernik lain. Tiga hari lalu kami menyiapkan stok 30 lembar dan saat ini tinggal sepuluh lembar, padahal tidak ada pertandingan pada pekan ini," ujar Neneng.

Para pencinta Sriwijaya FC tertarik membeli baju batik itu karena trendi mengingat dipasaran juga beredar versi dua klub kelas dunia, AC Milan dan Barcelona.

Baju batik dari dua klub itu kian familier sehingga memancing manajemen Sriwijaya FC menciptakan desain sendiri untuk memuaskan para pendukung.

"Kami pun menjual baju batik klub lain tapi sementara ini motif Sriwijaya FC yang paling banyak dicari pembeli," katanya.

Sejumlah pernak-pernik "Laskar Wong Kito" juga diburu para pembeli seperti baju, topi, dan syal.

"Baju anak-anak termasuk yang paling laris karena umumnya para orang tua senang membelikan yang harganya juga murah kisaran Rp50 ribu hingga Rp65 ribu per stel," ujarnya.

Menurut dia, pada hari libur mengalami penambahan omset karena sejumlah pendatang berkunjung ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

"Puncaknya saat Sriwijaya FC bertanding, tapi kini hari Sabtu dan Minggu juga ramai. Malahan saat latihan juga banyak yang membeli, sehingga ketika sedang ramai omset menembus Rp1 juta per hari," ujarnya.(Dolli)




Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.