Kota Bogor (ANTARA) - Luka atau ulkus kaki diabetik (diabetic foot ulcer/ DFU) adalah salah satu komplikasi paling umum dan serius dari penyakit diabetes melitus.
Ulkus ini merupakan luka terbuka atau borok yang muncul di kaki, biasanya di telapak atau sekitar jari, pada penderita diabetes jangka panjang.
Ulkus kaki diabetik terjadi akibat kombinasi dari aliran darah yang buruk (iskemia), kerusakan saraf (neuropati), dan infeksi.
Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi berat, kematian jaringan, bahkan amputasi.
Penanganan ulkus kaki diabetik membutuhkan perhatian medis yang cermat dan kerja sama antara dokter, perawat, dan pasien.
Ada beberapa alasan mengapa penderita diabetes rentan mengalami ulkus kaki.
Faktor pertama adalah neuropati, yaitu kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi dalam jangka waktu yang lama. Neuropati menyebabkan kaki kehilangan sensasi normal atau kebas, sehingga penderita tidak merasakan nyeri akibat luka kecil, lecet, atau tekanan. Karena tidak disadari, luka kecil ini dapat meluas dan menjadi lebih parah.
Faktor kedua adalah kondisi sirkulasi darah yang buruk, dikenal sebagai penyakit arteri perifer (peripheral arterial disease/PAD).
Diabetes merusak pembuluh darah, sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke jaringan menurun. Akibatnya, luka kecil menjadi sulit sembuh. Sirkulasi yang buruk juga membuat tubuh lebih lemah dalam melawan infeksi.
Faktor ketiga adalah kelainan bentuk kaki dan titik tekanan. Kondisi seperti hammertoe, bunion, atau kaki charcot dapat menyebabkan tekanan tidak merata di beberapa bagian kaki.
Infeksi
Jika dikombinasikan dengan neuropati, tekanan berlebih ini mudah menimbulkan luka. Faktor risiko lainnya termasuk sepatu yang tidak pas, kebersihan kaki yang buruk, merokok, dan lamanya menderita diabetes.
Ulkus kaki diabetik biasanya tampak sebagai luka terbuka dengan tepi menebal dan dikelilingi oleh kulit yang menebal (kapalan).
Luka bisa berupa luka dangkal yang bersih hingga infeksi dalam yang mencapai tulang. Karena banyak penderita mengalami neuropati, mereka sering tidak merasakan nyeri meskipun kondisi luka yang parah.
Tatalaksana komprehensif luka kaki diabetik
Ilustrasi. Peringatan Hari Diabetes Nasional di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (30/11/2025). (ANTARA/Aris Wasita)
