Outlook Emas 2026 di tengah badai politik

id emas,geopolitik global,aset,investasi,bank bulion,bank emas,harga emas,prediksi emas

Outlook Emas 2026 di tengah badai politik

Volatilitas harga emas di Indonesia dalam satu tahun terakhir yang dapat dipantau dari aplikasi digital tabungan emas. ANTARA/Nabila Charisty

Di lain pihak, Dolar AS justru mengalami tren pelemahan. Nilai Dolar sangat bergantung pada kebijakan suku bunga The Fed yang kini sedang diguncang prahara politik. Saat inflasi tinggi dan kepercayaan terhadap institusi keuangan AS menurun, daya beli Dolar justru merosot tajam, sedangkan harga emas secara naluriah melonjak untuk mengompensasi hilangnya nilai mata uang kertas tersebut.

Bagi investor di Indonesia, lonjakan harga emas dunia juga telah mengerek harga emas domestik (Antam) ke kisaran Rp2,6 juta per gram. Sampai dengan Rabu (14/1) harga emas di Indonesia juga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Harga belie mas Antam melonjak Rp13.000 per gram, dari posisi Rp2.652.000 menjadi Rp2.665.000 per gram.


Emas batangan tahun 2017 hingga 2025 (ANTARA/Nabila Charisty)


Dari gambaran tersebut membuktikan bahwa di tengah dunia yang makin tidak menentu, emas bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi jaring pengaman nilai kekayaan.

Hal tersebut pun diperkuat oleh pernyataan Kepala Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian, Kadek Eva Suputra kepada ANTARA melalui Podcast ANTARA Close Up. Kadek menyebut, di tengah ketidakpastian geopolitik, emas justru menjadi instrumen keuangan yang sangat kuat, bahkan bisa melindungi aset kekayaan individu.

“Satu kalau kami lihat adalah memang kepercayaan terhadap emas. Tadi benar-benar liquid yang kedua sebenarnya geopolitik saat ini membuat emas di tengah ketidakpastian itu justru sangat kuat gitu ya. Saya balik lagi ke data misalnya 20 tahun. Kita kan di 20 tahun terakhir atau jangan sampai 20 tahun lah. Mungkin di 5 tahun terakhir saja geopolitik kita tidak bisa tebak gitu ya. Nah disanalah kekuatan emas tersebut,” kata Bli Kadek sapaan akrabnya.

Emas telah bertransformasi lebih dari sekadar pilihan investasi yang kini menjadi kebutuhan pokok. Namun, yang membedakan saat ini dengan tahun-tahun sbeelumnya adalah hadirnya Bank Emas (Bullion Bank) di tanah air. Jika dulu emas hanya diam di dalam brankas atau safety deposit box, kini keberadaan Bank Emas mengubah segalanya.

Ekonom Senior INDEF, Abdul Hakam Naja, kepada ANTARA memaparkan, di Kuartal II 2025 saja belanja untuk emas investasi itu naik hampir 90 persen. Meski memang, emas konsumsi seperti perhiasan justru menurun. Hal tersebut membuktikan ada kesadaran baru bahwa emas menjadi instrumen investasi yang aman dan memberi manfaat banyak untuk pundi-pundi kekayaan.

“Survei terakhir juga menunjukkan bahwa Gen Z itu 60 persen menganggap bahwa investasi emas itu sesuatu yang bermanfaat. Sebagai penyumbang populasi di Indonesia, meningkatnya keinginan berinvestasi terhadap emas dari Gen Z ini membuat angka kepemilikan emas di Indonesia semakin meningkat. Apalagi setelah adanya kemudahan emas digital,” kata pakar yang secara khusus membidangi pengembangan ekonomi syariah tersebut.

Tidak hanya menunggu harga naik (capital gain), individu yang menabung emas di Bullion Bank juga bisa mendapatkan bunga atau imbal hasil dalam bentuk emas. Cara seperti ini membuat aset bertumbuh secara kuantitas sekaligus kualitas nilainya.

“Dengan digital, tentu masyarakat bisa memantau pergerakkan emas. Baik itu mau membeli, menjual, bahkan, mau gadai, proses likuidasinya real time. Atau mau mendopsitokan juga bisa minimal 5 gram maka setiap bulan pemilik akun mendapat imbal hasil,” kata jebolan Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) itu.

Di tengah dunia yang sedang gaduh oleh drama politik dan kebijakan ekonomi, emas tidak bisa didevaluasi oleh keputusan politik mana pun. Harga emas di hari ini mungkin menjadi harga termurah yang akan dilihat di masa depan, sehingga waktu terbaik untuk membeli emas adalah saat ini. Dengan semakin bertumbuhnya kepemilikan emas di masyarakat Indonesia, maka semakin besar juga pergerakan roda perekonomian Tanah Air

“Sebenarnya kapan sih membeli emas terbaik? Hari ini. Pada saat kita alokasikan dana untuk kepemilikan emas maka kita tinggal menunggu capital gain yang akan didapat dari emas tersebut,” kata Kadek Eva Suputra.





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Outlook Emas 2026 di tengah badai politik

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.