
Luas karhutla Sumsel capai 5.939,8 hektare pada2025

Palembang (ANTARA) - Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan mencapai 5.939,8 hektare sepanjang Tahun 2025
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera Ferdian Kristanto di Palembang, Senin, mengatakan data tersebut berdasarkan Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan.
"Hasil perhitungan karhutla di Sumsel sepanjang Januari hingga Desember 2025, luas yang terbakar mencapai 5.939,8 hektare," katanya.
Ia menjelaskan dari total luasan tersebut kebakaran paling banyak terjadi di lahan mineral dengan luas mencapai 5.558,2 hektare, sedangkan kebakaran di lahan gambut tercatat seluas 381,6 hektare.
Berdasarkan wilayah, tiga kabupaten tercatat sebagai daerah dengan luasan karhutla terbesar, yakni Kabupaten OKI, Musi Banyuasin (Muba), dan Ogan Ilir. Total luasan karhutla di tiga daerah tersebut mencapai 3.328,3 hektare.
Kabupaten OKI mencatatkan luasan karhutla terbesar dengan total 1.361,9 hektare, yang terdiri atas lahan gambut seluas 333,4 hektare dan lahan mineral 1.028,5 hektare. Sementara di Kabupaten Muba, karhutla tercatat seluas 986 hektare, dengan rincian lahan mineral 973,4 hektare dan gambut 12,6 hektare. Adapun di Kabupaten Ogan Ilir, karhutla mencapai 980,4 hektare dan seluruhnya terjadi di lahan mineral.
Karhutla juga tercatat di sejumlah wilayah lain, antara lain Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) seluas 674,7 hektare, Musi Rawas 376,6 hektare, Musi Rawas Utara 298,6 hektare, OKU Selatan 263,3 hektare, serta Empat Lawang 225,7 hektare.
Lalu, kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Lahat seluas 219 hektare, Muara Enim 171,4 hektare, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 124,7 hektare, OKU Timur 105,3 hektare, dan Banyuasin 80,5 hektare. Di wilayah perkotaan, karhutla tercatat di Lubuklinggau 27,7 hektare, Pagar Alam 24,8 hektare, dan Palembang 19,3 hektare.
“Sedangkan di Kota Prabumulih tidak terpantau adanya karhutla,” kata Ferdian.
Secara umum luasan karhutla di Sumsel pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan periode 2023–2024, namun masih lebih tinggi dibandingkan periode 2020–2022, kata Ferdian.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
