Palembang, Sumsel (ANTARA) - Perum Bulog Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung menargetkan penyerapan beras sebanyak 176.682 ton di wilayahnya pada 2026.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel Mersy Windrayani di Palembang, Sumsel, Senin, mengatakan target tersebut ditetapkan setelah realisasi penyerapan pada 2025 mencapai 141.465 ton beras dan melampaui target yang ditentukan.
Dengan capaian tersebut, Bulog Sumsel Babel optimistis target penyerapan pada 2026 dapat tercapai melalui sinergi dengan pemerintah daerah, petani, dan mitra penggilingan di lapangan.
"Harapannya, dengan sinergi berbagai pihak, penyerapan gabah kering panen dapat terus meningkat," katanya.
Ia menjelaskan meskipun penyerapan dilakukan dengan ketentuan berbagai kualitas atau any quality, pihaknya tetap mengimbau petani untuk memanen padi pada usia panen yang optimal.
Langkah itu diperlukan agar gabah yang diserap memiliki kualitas baik dan menghasilkan beras berkualitas saat digiling.
"Beras hasil penyerapan ini akan disimpan sebagai cadangan pangan pemerintah (CPP) yang nantinya disalurkan kepada masyarakat," jelasnya.
Bulog Sumsel Babel telah memulai penyerapan pada masa panen Januari 2026. Sejumlah wilayah di Sumatera Selatan yang telah memasuki masa panen di antaranya Kabupaten Banyuasin, seperti Desa Songgo Makmur di Kecamatan Selat Penugukan dan Desa Telang Rejo di Kecamatan Muara Telang.
"Kami tetap menyerap gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram, dan hingga Sabtu (24/1/2026) realisasi penyerapan telah mencapai 4.174 ton," kata Mersy.
Bulog Sumsel Babel targetkan penyerapan 176.682 ton beras pada 2026
Pimpinan Perum Bulog Sumsel Babel Mersy Windrayani. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
