Pemeriksaan kesehatan berlangsung sekitar 10 menit. Pada pukul 16.21 WIB, Onad kembali digiring menuju gedung utama Polrestro Jakarta Barat (Jakbar).
Hingga kini, Kepolisian masih mendalami motif Onad menggunakan narkoba jenis ganja dan ekstasi. "Masih dalam pendalaman, penyelidikan," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu Wirawan.
Kendati sudah terbukti positif mengonsumsi narkoba jenis ganja dan ekstasi melalui tes urine, status tersangka Onad masih belum ditetapkan.
"Sementara masih dalam langkah proses pendalaman, pemeriksaan, penyelidikan," kata Wisnu.
Status sementara Onad adalah korban penyalahgunaan narkoba. "Untuk penetapannya (status Onad), kalau menurut keterangan awal yang saya dapat. Jadi si OL ini adalah korban dari pada narkotika," kata Wisnu.
Namun demikian, Wisnu belum membeberkan alasan rinci status Onad sebagai korban dalam kasus narkoba itu. Kepolisian pun masih menyelidiki sejak kapan Onad mulai mengonsumsi narkoba.
"Kalau untuk sejak kapannya, saya belum dapat informasi lebih lanjut. Karena sudah saya tanyakan kepada penyidiknya, belum ada jawaban. Jadi, sementara masih kami periksa," tutur Wisnu.
Kepolisian mengungkapkan bahwa Onad positif mengonsumsi narkoba jenis ganja dan ekstasi. Sedangkan istrinya, Beby Prisillia negatif berdasarkan tes urine di Polres Metro Jakbar.
“Onad positif ganja dan ekstasi. Kalau istrinya sudah dilakukan pemeriksaan, hasil tes urinenya negatif narkoba," katanya.
Adapun rekan Onad berinisial KR yang ditangkap di Sunter, Jakarta Utara, juga positif mengonsumsi narkoba.
Hingga kini, Onad masih berada di Mapolres Metro Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satresnarkoba.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ini kata-kata pertama Onad kepada media usai diperiksa Kepolisian
