Berani menceritakan mimpi masa depan

id menceritakan mimpi masa depan, menceritakan cita-cita, terbuka mengenai cita-cita, kedekatan anak dengan orang tua

Berani menceritakan mimpi masa depan

Seorang siswa SMA Negeri 2 Bondowoso, beberapa waktu lalu, sedang mempresentasikan rencana masa depannya di hadapan orang tua. (ANTARA/Masuki M. Astro)

Bondowoso (ANTARA) - Tidak semua remaja mampu menceritakan semua hal kepada orang tuanya. Waktu terbatas untuk bertemu karena orang tua sibuk atau memang ada hambatan psikologis, sehingga membuat si anak tidak leluasa untuk mengungkapkan isi hatinya kepada ayah dan ibu, termasuk mengenai mimpi atau cita-citanya di masa depan.

Karena hambatan itulah seringkali anak-anak remaja menghadapi jalan buntu untuk menemukan jalan ikhtiar merealisasikan cita-citanya, seperti tidak didukung oleh orang tuanya.

Untuk itulah, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Jumat (22/8) memfasilitasi seluruh siswa untuk berani mengungkapkan rencana masa depan, dengan menghadirkan orang tua ke sekolah.

Lewat kegiatan Golden Future, semua orang tua siswa diundang ke sekolah, dengan agenda mendengarkan anak-anak mempresentasikan rencana masa depannya. Dengan disaksikan orang tua, satu per satu siswa tampil di depan kelas untuk menyampaikan impiannya, ingin menjadi apa, kelak.

Bukan hanya bercerita mengenai cita-citanya, anak-anak itu juga diminta oleh guru untuk lebih mengenali dirinya secara mendalam, mengidentifikasi apa kelebihan dan kekurangannya.

Dengan demikian, impian yang diceritakan oleh setiap siswa berangkat dari pemahaman secara utuh mengenai potensi dirinya dan tidak sekadar berkhayal, apalagi hanya ikut-ikutan karena pengaruh temannya.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.