Palembang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan distribusi besar di wilayah setempat masih aman terkait adanya laporan Menteri Pertanian ke Satgas Pangan Polri mengenai beredarnya beras premium oplosan di sejumlah daerah Tanah Air.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya di Palembang, Selasa, mengatakan pihaknya memastikan distribusi beras di Sumsel masih berada dalam kendali yang aman dan tidak ditemukan indikasi penipuan massal terhadap konsumen.
“Sumsel tetap aman. Tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa masyarakat menjadi korban beras premium oplosan," katanya.
Baca juga: Satgas Pangan Polri periksa empat produsen beras, tindak lanjuti laporan Mentan
Ia menjelaskan dalam mengantisipasi peredaran beras premium oplosan, Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel telah menerima petunjuk dan arahan (jukrah) dari Bareskrim untuk memperketat pengawasan di wilayah masing-masing.
"Ditreskrimsus telah memberikan jukrah kepada jajaran di wilayah untuk melakukan pengawasan dan memantau perkembangan. Saat ini, kondisi di Sumsel masih dalam keadaan kondusif," jelasnya.
Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melaporkan jika menemukan adanya indikasi beras dengan takaran tidak sesuai atau kualitas di bawah standar.
Baca juga: Lima jenis pupuk ilegal beredar, rugikan petani Rp3,2 triliun
Sebelumnya, Satgas Pangan Polri telah menindaklanjuti laporan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait laporan dugaan adanya 212 produsen beras nakal.
Tindak lanjut itu dengan memeriksa empat produsen beras pada Kamis (10/7) sebagai langkah penyelidikan. Empat produsen beras itu berinisial WG, FSTJ, BPR, dan SUL/JG.
Baca juga: Mentan serahkan penindakan 212 produsen beras nakal ke penegak hukum
Polda Sumsel pastikan distribusi beras masih aman
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya. (ANTARA/HO-Humas Polda Sumsel)
