Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Karhutla 2025. Kegiatan ini berlangsung di halaman GOR Biduk Kajang, Kayu Agung, Senin, untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan kahan (karhutla) yang meningkat pada musim kemarau.
Apel siaga ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bupati OKI yang menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan, kebun, dan lahan sejak Mei 2025 dan akan berlaku hingga akhir Desember 2025.
Apel diikuti oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, termasuk jajaran pemerintah daerah, TNI, POLRI, Regu Penanggulangan Kebakaran (RPK) perusahaan, lembaga kemitraan, serta perwakilan asosiasi sektor kehutanan dan perkebunan seperti APHI dan GAPKI.
Untuk memastikan kesiapan personel di lapangan, Bupati OKI Muchendi bersama Forkopimda dan rombongan turut mengecek perlengkapan. Seluruh peralatan dan fasilitas pendukung diperiksa hingga tahap penggunaan untuk memastikan bahwa semua alat dalam kondisi ‘siap tempur’.
Muchendi saat memimpin apel siaga mengatakan perlunya deteksi dini dan patroli rutin di wilayah rawan, terutama daerah gambut di sekitar perkebunan. Juga penguatan koordinasi lintas sektor tanpa ego sektoral, agar penanggulangan Karhutla dapat dilakukan secara bersama dan menyeluruh.
Muchendi juga menginstruksikan agar posko siaga karhutla diaktifkan selama 24 jam dengan personel terlatih, peralatan yang memadai, serta sistem pelaporan yang cepat.
"Keterlibatan masyarakat, tokoh adat, serta kelompok peduli api sangat penting dalam upaya pencegahan,” ujar Muchendi. Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum bagi pelaku pembakaran.
Kabupaten OKI gelar apel kesiapsiagaan karhutla 2025
Bupati Ogan Komering Ilir Muchendi memimpin apel siaga persiapan menghadapi karhutla di Kabupaten OKI, Sumsel, Senin (7/6/2025). (ANTARA/HO-APP)
