
Kabupaten OKI gelar apel kesiapsiagaan karhutla 2025

“Perusahaan perkebunan diwajibkan menyediakan sarana dan prasarana pemadam kebakaran sesuai regulasi. Para camat dan kepala desa diminta mensosialisasikan larangan pembakaran hutan dan lahan, membentuk satgas siaga hingga ke tingkat desa, serta melaporkan secara cepat jika terjadi indikasi kebakaran,” tegas Bupati OKI lagi.
Perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) mitra APP Group yang beroperasi di wilayah OKI seperti PT Sebangun Bumi Andalas (SBA) Wood Industries, PT Bumi Mekar Hijau, dan PT Bumi Andalas Permai juga ambil bagian aktif. Ketiganya menghadirkan RPK terlatih yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC), lengkap dengan perlengkapan pemadam kebakaran dan kendaraan patroli darat.
"Di pusat komando Karhutla Mitra APP Group di OKI, yakni Firebase Sungai Baung, kami menyiagakan tiga unit helikopter multifungsi yang digunakan untuk water bombing, patroli udara, serta mobilisasi personel dan logistik,” ujar Panji Bintoro, Fire Operation Management Head PT Bumi Andalas Permai.
Panji menambahkan bahwa Firebase Sungai Baung dilengkapi Situation Room sebagai pusat komando pengendalian kebakaran hutan dan lahan, yang beroperasi 24 jam. Fasilitas ini memanfaatkan citra satelit dan data dari Automatic Weather Station (AWS) untuk memantau titik panas dan tingkat potensi bahaya kebakaran melalui sistem Fire Danger Rating System (FDRS).
“Kami menerapkan strategi Integrated Fire Management (IFM) yang berbasis pada empat pilar utama: pencegahan, kesiapan, deteksi dini, dan respons cepat. Saat ini, di wilayah kerja perusahaan kami telah disiagakan 600 personil RPK dan 347 relawan Masyarakat Peduli Api (MPA),” jelas Panji.
Ia menegaskan bahwa keikutsertaan aktif perusahaan dalam apel siaga ini mencerminkan komitmen untuk menjaga kelestarian hutan dari ancaman kebakaran.
“Ini adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk mencegah Karhutla dan melindungi masyarakat serta lingkungan,” pungkasnya.
Pewarta: Pewarta ANTARA
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
