Harga emas di Palembang stabil Rp10.100.000 per suku

id Emas di Palembang,Emas perhiasan Palembang,Palembang

Harga emas di Palembang stabil Rp10.100.000 per suku

Salah satu toko emas di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (9/4/2025). (ANTARA/ M Imam Pramana)

Palembang (ANTARA) - Pedagang emas perhiasan di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) menyebutkan harga emas perhiasan di kota itu masih stabil di angka Rp10.100.000 per suku atau 6,7 gram.

Pemilik toko Makmur Jaya di Sako, Palembang, Awei, dikonfirmasi di Palembang, Senin, mengatakan harga emas perhiasan di kota itu masih sama stabil sejak hari Sabtu (3/5).

"Meskipun tren harga emas sedang terpuruk Minggu ini, terutama karena membaiknya sentimen pasar seputar perundingan perdagangan global. Namun hari ini tidak ada penurunan harga," katanya.

Baca juga: Harga emas perhiasan di Palembang masih tinggi Rp10.100.000 per suku

Menurutnya beberapa hari kemarin, Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan perdagangan dengan India, Jepang, Korea Selatan, dan bahkan China sedang dibahas. Ia menyebutkan ada peluang yang sangat bagus untuk mencapai kesepakatan dengan Beijing.

Ia menambahkan sebelum nya 6,7 gram emas perhiasan mulai turun sejak Senin 28 April 2025 yakni Rp10.700.000, setelah beberapa waktu kemarin sempat menyentuh Rp11 juta an.

Ia menambahkan emas adalah aset safe haven yang diburu saat terjadi ketegangan geopolitik dan ekonomi. Saat ketegangan mereda maka fungsi emas sebagai aset aman pun turun.

Baca juga: Harga emas perhiasan di Palembang Rp10.700.000 per suku

Sebelumnya harga emas perhiasan di Palembang, sempat menyentuh angka Rp11 juta lebih pada periode tanggal 17 April 2025.

Hal senada dikatakan Noni (33) pedagang emas lainnya di Pasar 16 Ilir Palembang, mengatakan bahwa saat ini tren harga emas sedang menurun.

"Saat ini tren harga emas sedang menurun," katanya.

Baca juga: Harga emas Antam bertahan Rp1.979.000 per gram



Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.