Dengan misi yang mengutamakan pengelolaan infrastruktur energi yang aman, andal dan efisien, serta upaya untuk mendukung transisi energi, Gamal menegaskan bahwa pihaknya siap untuk mendukung pengembangan infrastruktur energi di Indonesia yang lebih kuat dengan menghubungkan lokasi pasok dan pasar yang memiliki kebutuhan untuk menyerap.
Selain itu, dengan tema HUT ke-18 "Accelerating Progress, Delivering Reliability", Pertagas ingin mempercepat kemajuan dalam menghadirkan infrastruktur energi untuk meningkatkan jangkauan distribusi, sekaligus menciptakan sistem yang lebih andal dalam menghadapi berbagai tantangan kebutuhan energi, terutama di sektor industri strategis seperti kilang, pembangkit listrik, dan industri pupuk.
Di usia 18 tahun ini, Pertagas siap untuk melangkah lebih jauh, membangun lebih banyak peluang, dan menjadi bagian penting dari transisi energi di Indonesia dan dunia.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro mengatakan peran dan kontribusi Pertagas sangat penting bagi sektor energi nasional, termasuk di era transisi energi. Infrastruktur energi, salah satu jaringan pipa Pertagas menjadi faktor kunci.
Apalagi banyak pihak yang menyebut gas sebagai jembatan menuju transisi energi.
“Fosil yang paling ramah lingkungan adalah gas, sehingga gas menjadi sangat penting,” ungkap Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti itu.
Pertagas, kata Komaidi, telah ikut berpartisipasi dalam industri gas nasional, sehingga dalam konteks transisi energi memiliki peran penting.
“Kuncinya, gas bisa dimanfaatkan kalau ada connectivity (koneksi) ada integrasi. Kalau ini bisa dilakukan, tentu akan efisien dan masyarakat akan dapat akses yang lebih baik. Industri juga dapat akses lebih baik,” kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pertagas perbarui visi dan misi untuk menopang swasembada energi