Palembang (ANTARA) - Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Sumatera Selatan, meningkatkan layanan dan memperketat pengamanan dalam rangka menghadapi lonjakan penumpang pada periode libur Natal dan tahun baru (Nataru).
General Manager Bandara SMB II Palembang, Iwan Winaya, di Palembang, Jumat, mengatakan berbagai langkah operasional telah disiapkan melalui koordinasi terpadu bersama seluruh instansi terkait agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal selama masa libur panjang.
Ia mengatakan, sebagai upaya peningkatan layanan bandara kembali mengaktifkan Posko Terpadu Nataru yang melibatkan maskapai, Basarnas, AirNav, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri, serta unit pendukung lainnya.
"Posko ini berfungsi mengintegrasikan respons seluruh instansi sehingga pelayanan dapat diberikan lebih cepat dan tepat,” katanya.
Sementara itu pengamanan area bandara ditingkatkan melalui pemeriksaan acak terhadap penumpang dan kendaraan yang memasuki kawasan bandara untuk menjaga keamanan operasional di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Periode Posko Nataru berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dengan estimasi pergerakan penumpang mencapai 162.082 orang, atau naik 3–5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, ia mengungkapkan, tingkat pemulihan trafik masih berada pada kisaran 71 persen dari masa sebelum pandemi.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 19 Desember, sementara arus balik diprediksi meningkat pada 3 Januari 2026. Menurut Iwan, pola tersebut sesuai dengan kecenderungan masyarakat yang memanfaatkan libur panjang Tahun Baru 2026.
Hingga saat ini, maskapai Malindo menjadi satu-satunya yang telah mengajukan penerbangan tambahan untuk rute Palembang–Kuala Lumpur. Penambahan rute domestik diprediksi menyusul mendekati hari puncak liburan.
Pemerintah juga memberikan diskon tarif penerbangan sebesar 17 persen sesuai regulasi KM 50 yang diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat selama periode Nataru.
Iwan menambahkan bahwa pergerakan pesawat nasional masih dibatasi karena sebagian armada menjalani perawatan berkala, sehingga hanya 360 pesawat yang siap beroperasi. Kondisi tersebut turut mempengaruhi jumlah pergerakan pesawat di Bandara SMB II.
Rute Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Batam diperkirakan tetap menjadi rute dengan jumlah penumpang terbanyak selama puncak libur akhir tahun.
Dikatakannya, bandara juga mengoptimalkan berbagai fasilitas, termasuk memanfaatkan boarding lounge internasional untuk mendukung operasional domestik, serta mengimbau maskapai agar menyeimbangkan penggunaan slot waktu guna menghindari penumpukan jadwal.
"Fleksibilitas jam operasional pun diberikan dengan membuka peluang penerbangan hingga dini hari," katanya.
Untuk rute internasional, tingkat keterisian penerbangan Palembang–Kuala Lumpur saat ini berada pada kisaran 70–80 persen. Adapun rute Palembang–Singapura dijadwalkan kembali beroperasi pada 15 Januari 2026 melalui maskapai Scoot.
Selain itu, pihak bandara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk setelah BMKG memperingatkan adanya curah hujan tinggi pada Desember hingga Januari yang merupakan puncak musim hujan.
“Seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan agar operasional penerbangan tetap berjalan aman,” kata Iwan.
Bandara Palembang tingkatkan layanan hadapi lonjakan penumpang Nataru
General Manager Bandara SMB II Palembang, Iwan Winaya. (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)
