Logo Header Antaranews Sumsel

Baznas Sumsel optimalkan potensi zakat ASN dan pegawai BUMN

Kamis, 5 Maret 2026 20:17 WIB
Image Print
Arsip Foto. Warga mengakses layanan pembayaran zakat fitrah dan zakat mal di laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggunakan telepon pintar di Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa

Palembang (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Selatan mengoptimalkan potensi zakat dari aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mencapai target penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) senilai Rp50 miliar pada 2026.

Kepala Baznas Sumsel Darami di Palembang, Kamis, mengatakan hingga awal Maret 2026 sekitar 70 persen ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel tercatat rutin menyalurkan ZIS melalui Baznas.

“Masih ada sekitar 30 persen potensi yang bisa dioptimalkan agar penghimpunan zakat semakin meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, zakat profesi yang disalurkan ASN bukan hanya kewajiban keagamaan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Bagi ASN yang belum memenuhi nisab atau merasa belum mampu menunaikan zakat, Baznas Sumsel menyediakan alternatif melalui infak dan sedekah. Infak dan sedekah tetap menjadi sarana untuk membersihkan harta sekaligus berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.

Selain ASN, Baznas Sumsel juga mendorong partisipasi perusahaan skala nasional dan BUMN di wilayah tersebut untuk menyalurkan zakat melalui unit pengumpul zakat yang ada di daerah.

Saat ini terdapat sekitar 75 unit pengumpul zakat yang telah bekerja sama dengan Baznas Sumsel, termasuk perusahaan seperti PT Semen Baturaja dan PT Bukit Asam. Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran zakat dapat memberikan dampak sosial yang lebih nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Pihaknya optimistis dengan penguatan koordinasi bersama organisasi perangkat daerah serta dukungan dari BUMN, target penghimpunan Rp50 miliar dapat tercapai pada tahun ini.

“Setiap rupiah yang terkumpul akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” kata Darami.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026