Logo Header Antaranews Sumsel

Pemprov Sumsel atur lalu lintas kapal di Jembatan P6 Lalan Muba

Jumat, 22 Mei 2026 10:52 WIB
Image Print
Gubernur Sumsel Herman Deru saat diwawancarai langsung. (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengatur lalu lintas kapal yang melintas di kawasan Jembatan P6 Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), guna mengantisipasi risiko benturan terhadap tiang jembatan selama proses pembangunan yang saat ini berlangsung.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Jumat, mengatakan kapal yang selama ini melintas relatif berkapasitas besar mencapai 300 kaki sehingga meningkatkan risiko benturan, terutama saat terjadi arus pasang maupun surut yang memicu arus sungai menjadi lebih kuat.

"Meski penggunaan kapal berukuran besar lebih efisien dari sisi biaya transportasi, risiko terhadap konstruksi jembatan juga cukup tinggi," kata dia.

Oleh karena itu, pemerintah bersama pihak terkait menyepakati pembatasan ukuran kapal selama proses pembangunan guna menjaga keamanan konstruksi, yakni ukuran kapal maksimal 230 kaki serta penerapan jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal secara ketat.

“Termasuk kapal milik kontraktor sendiri yang menabrak tiang tersebut, bukan kapal lain,” jelasnya.

Selain pembatasan ukuran kapal, pemerintah juga akan memasang fender sebagai pelindung tiang jembatan agar benturan tidak langsung mengenai struktur utama.

Pemasangan fender menjadi langkah penting meskipun membutuhkan biaya besar dan proses pengerjaan yang tidak mudah.

“Fender itu merupakan penguat atau pelindung pada tiang jembatan. Jadi kalau ke depan terjadi benturan lagi, tiang jembatan tidak langsung terkena dampaknya,” ujarnya.

Pihaknya juga memutuskan tidak menutup jalur perairan secara total karena dapat mengganggu aktivitas ekspor dan distribusi pasokan ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Atas pertimbangan tersebut, seluruh komoditas tetap diperbolehkan melintas dengan memperkecil ukuran kapal.

Selain itu. pengaturan lalu lintas perairan akan dilakukan melalui mekanisme pengaturan waktu agar aktivitas pelayaran tetap berjalan aman dan lancar selama pembangunan berlangsung.

Sebagai informasi, Jembatan P6 Lalan telah mengalami beberapa insiden ditabrak oleh kapal tongkang batu bara. Insiden fatal pertama yang mengakibatkan jembatan ambruk terjadi pada 12 Agustus 2024. Selain insiden utama tersebut, rentetan tabrakan berulang terjadi karena lalu lintas kapal batu bara, termasuk insiden terbaru pada Mei 2026.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026