Fertitly preservation solusi miliki keturunan bagi kendala kesuburan

id miliki keturunan,kendala kesuburan,kesuburan menurun,fertility preservation,cara memiliki keturunan

Fertitly preservation solusi miliki keturunan bagi kendala kesuburan

Dokter spesialis kandungan & kebidanan Eka Hospital Family & Grand Family dr. Victor Prana Andika Santawi menjelaskan mengenai metode Fertility Preservation yang dapat dipilih masyarakat yang ingin memiliki keturunan tetapi ada kendala penurunan kesuburan. ANTARA/Irfan

Prosedur medis ini, lanjutnya, memungkinkan individu untuk menjaga peluang memiliki keturunan di masa depan dengan berbagai metode yang tersedia.

Metode Fertility Preservation yang tersedia diantaranya pembekuan sel telur yang diambil dan dibekukan untuk digunakan pada masa mendatang. Pembekuan sperma dan dapat digunakan saat dibutuhkan untuk reproduksi.

Pembekuan embrio sel telur yang telah dibuahi dibekukan untuk ditanamkan kembali pada masa depan. Pembekuan jaringan ovarium atau testis yang diperuntukkan bagi pasien belum memasuki masa pubertas atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Metode terakhir yang dapat dipilih adalah penggunaan obat pelindung kesuburan dengan Agonis GnRH yang merupakan salah satu metode perlindungan selama kemoterapi.

Peran Agonis GnRH dalam melindungi kesuburan selama kemoterapi, lanjut Victor, yakni menekan fungsi ovarium sementara, menciptakan kondisi yang menyerupai menopause selama terapi medis. "Hal ini membantu sel telur berada dalam fase istirahat sehingga lebih terlindungi dari efek merusak kemoterapi," katanya.

Victor menambahkan karena kondisi dan kebutuhan setiap individu berbeda, berkonsultasi dengan spesialis fertilitas adalah langkah penting untuk menentukan metode yang tepat.

"Dengan informasi dan penanganan yang akurat, harapan untuk memiliki keturunan pada masa depan tetap dapat terjaga," ujarnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kesuburan menurun, fertitly preservation jadi solusi punya keturunan

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.