Logo Header Antaranews Sumsel

Pemerintah salurkan Rp1,8 triliun untuk tambah rangkaian kereta KAI

Senin, 9 Februari 2026 14:55 WIB
Image Print
Rapat Dengar Pendapat (RDP) BP BUMN dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban menyalurkan Rp1,8 triliun untuk PT KAI (Persero) pada 2025 dalam rangka pengadaan sarana rangkaian kereta (trainset) dan retrofit atau peremajaan Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek.

Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran (TA) 2024.

“PMN Tunai di tahun 2025 telah diterbitkan peraturan pemerintahnya (PP), di mana untuk PT KAI Rp1,8 triliun. Itu PP 51,” ujar Rionald dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

Rionald menjelaskan bahwa sektor perkeretaapian memiliki kontribusi sebesar 0,1 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Lebih lanjut, kontribusi sektor perkeretaapian terhadap pajak sebesar Rp4,3 triliun dan kontribusi untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp1,3 triliun.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026