Polisi selidiki pria diduga manggul mayat di permukiman Jakbar

id mayat jakarta,polsek tambora jakbar

Polisi selidiki pria diduga manggul mayat di permukiman Jakbar

Tangkapan layar - Seorang pria tidak dikenal diduga memanggul mayat di tengah permukiman warga di RT 012 RW 06 Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (7/2/2026). ANTARA/Risky Syukur

Jakarta (ANTARA) - Polisi menyelidiki seorang pria karena diduga memanggul mayat di tengah permukiman warga, tepatnya di RT 012 RW 06 Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

"Masih kita selidiki," kata Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Sudrajat Djumantara melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu.

Kendati wajah pria yang diduga membawa mayat pada Sabtu (7/2) malam sekitar pukul 18.58 WIB itu terekam jelas dalam rekaman kamera pengawas (CCTV), polisi belum membeberkan konfirmasi apakah identitas pria itu sudah dikantongi atau belum.

Sementara itu, pada video yang diunggah oleh akun Instagram @infojakbar24, pria itu mengenakan baju kaus lengan panjang berwarna hitam, celana jins sobek serta sepatu berwarna hitam, tanpa sama sekali menutup wajahnya.

Ia berjalan di antara rumah-rumah warga sambil memanggul sesuatu yang terbungkus karung berwarna putih.

Isi karung itulah yang diduga oleh orang yang merekam video CCTV itu sebagai mayat.

"Ini kepalanya nih. Diduga membawa mayat, entah orang mana dan ini kakinya tuh," kata suara dalam video mengidentifikasi bentuk dalam karung yang dipanggul oleh pria itu.

Meskipun berjalan dalam Gang 2 Kampung Krendang Selatan dengan warga yang masih beraktivitas, pria yang diduga membawa mayat itu tidak sedikit pun dicurigai.

Awalnya ia berjalan lurus menuju arah CCTV. Kemudian ia berbelok ke kanan, lalu berbalik ke arah kiri hingga hilang dari pantauan CCTV.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polisi selidiki pria diduga manggul mayat di permukiman Jakbar

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.