Kemenangan ini membuat Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia U-23 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah sejak turnamen ini digelar pertama kali di Oman edisi 2013.
Indonesia lolos ke putaran final sebagai juara grup, Grup K dengan 6 poin, hasil dua kali kemenangan dari dua laga.
“Saya pikir Turkmenistan lawan yang lebih bagus dibanding Chinese Taipei. Kami menunjukkan permainan yang bagus, jadi sangat senang bisa lolos ke Piala Asia,” kata pemain kelahiran 10 Januari 2004 tersebut.
Pada laga melawan Turkmenistan, Ivar bermain sebagai gelandang tengah bersama dua pemain lainnya yaitu Marselino Ferdinan dan Arkhan Fikri.
Disinggung soal penilaiannya bermain dengan dua pemain itu, Ivar sama-sama memuji kedua pemain tersebut.
Terkhusus untuk Arkhan Fikri, yang pada dua laga timnas bermain sejak menit awal, ia berpendapat pesepak bola 18 tahun itu dapat mengikuti karier pesepak bola Indonesia untuk menimba ilmu di klub luar negeri seperti halnya dirinya, Pratama Arhan (Tokyo Verdy), dan Marselino (KMSK Deinze).
“Jadi jika dia ingin meningkatkannya (permainan) lagi, mungkin di masa depan dia bisa bermain di Eropa seperti Marselino. Lihat saja nanti,” kata Ivar.
