BPBD imbau warga terdampak abu vulkanik Gunung Kerinci pakai masker

id Jambi, kabupaten Kerinci, gunung Kerinci, erupsi gunung Kerinci, semburan abu gunung Kerinci, gunung tujuh Kerinci,BPBD

BPBD imbau warga terdampak abu vulkanik Gunung Kerinci pakai masker

Gunung Kerinci, Jambi saat erupsi, Sabtu (14/1/2023). (ANTARA/HO-PVMBG Kerinci)

Jambi (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci,Jambi menyebutkan sejumlah desa di Kecamatan Gunung Tujuh terdampak semburan abu vulkanik Gunung Kerinci sehingga pihaknya meminta warga menggunakan masker saat beraktivitas.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kerinci Armanto, Sabtu, mengatakan desa yang terdampak semburan abu vulkanik itu di antaranya Desa Pelompek, Desa Pauh Tinggi, Desa Sungai Jernih dan desa sekitarnya.

"Yang terdampak Desa Pelompek ke arah Timur Pauh Tinggi dan sekitarnya , namun belum mengganggu aktivitas masyarakat," katanya.

Ia menerangkan himbauan penggunaan masker kepada masyarakat setempat sudah dilakukan melalui Camat dan Kades. Upaya itu dilakukan melihat bahwa beberapa desa Gunung Tujuh, Kerinci turut terkena dampak erupsi Gunung Kerinci.

Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati apabila terjadi erupsi kembali terutama saat malam hari .

Tidak hanya rumah penduduk yang atapnya terkena abu vulkanik, area perkebunan milik warga sekitar juga terkena abu vulkanik tersebut.

Gunung Kerinci kembali mengalami sejak Jumat (3/2) kemarin. Selanjutnya erupsi juga kembali terjadi pada Sabtu pukul 06.46 WIB dengan ketinggian kolam abu mencapai 200 meter di atas puncak .

Petugas Pemantau Gunung Api Kerinci Irwan Safwan mengatakan kolam abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan durasi erupsi hampir dua jam.

Sementara itu salah seorang petani di bawah kaki Gunung Kerinci Kepin mengatakan sejumlah desa yang berada di kaki Gunung Kerinci terdampak abu vulkanik dari aktivitas Gunung Kerinci.

Ia mengatakan sisa abu vulkanik terlihat jelas menempel pada tanaman petani, atap rumah dan kendaraan. Dari hembusan abu yang terbawa angin ke desa itu membuat warga khawatir dengan tanamannya di kebun.

"Khawatirnya tanaman mati karena abu yang nempel cukup tebal," kata dia.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.