Pemenang desa wisata Bengkulu jadi percontohan pengembangan objek wisata

id Bengkulu,Desa wisata

Pemenang desa wisata Bengkulu jadi percontohan pengembangan objek wisata

Wisatawan menikmati pesona laguna biru Bak Blau di Desa Meok, Pulau Enggano, Bengkulu, Minggu (6/12/2020). (ANTARA/Sugiharto Purnama)

Kota Bengkulu (ANTARA) - Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu mengatakan bahwa pemenang lomba desa wisata Bengkulu akan dijadikan desa binaan pemerintah dan menjadi percontohan sebagai desa yang berhasil mengembangkan objek wisata.

Ketiga desa pemenang desa wisata di Bengkulu itu masing-masing Desa Blitar Sebrang (Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong), Desa Penembang (Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah) dan Desa Suka Baru (Kecamatan Marga Sakti, Kabupaten Bengkulu Utara).

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Irsan Setiawan di Bengkulu, Jumat, mengatakan pemenang desa wisata akan mendapatkan bantuan infrastruktur dari pemerintah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk pengembangan.

Bantuan antara antara lain berupa pelatihan usaha makanan, kerajinan serta lainnya dengan melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi.

"Kami telah menyiapkan program-program baik dari pemerintah Provinsi Bengkulu atau pun nasional di setiap desa untuk dilakukan," kata Irsan.

Ia menambahkan bahwa seluruh OPD akan berkolaborasi untuk mendukung serta mendorong pemenang tiga desa wisata tersebut menjadi percontohan desa wisata di Provinsi Bengkulu.

Dukungan juga akan diberikan dalam bentuk pendampingan untuk mendorong desa wisata menjadi lebih mandiri dengan mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Mengenai kemungkinan pengembangan infrastruktur di desa wisata tersebut, Irsan mengatakan akan melihat anggaran 2022 mendatang.

"Sebab akan disesuaikan dengan kebutuhan desa tersebut dan karena anggaran pemerintah terbatas sehingga infrastruktur tidak harus jalan, bisa saja mereka mendapat lampu tenaga surya dan lainnya," terangnya.

Ia berharap agar ketiga desa wisata yang terpilih tersebut benar-benar menjadi contoh desa-desa yang memiliki potensi wisata untuk mengembangkan desanya masing-masing menjadi desa wisata yang mandiri seperti mendapatkan sumber pendapatan sendiri yang menopang kebutuhan di desanya masing-masing.