Palembang (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Pusat Muhammad Hoesin Palembang mengerahkan 20 orang dokter spesialis untuk memeriksa kesehatan para calon kepala daerah dari tujuh kabupaten yang telah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum setempat.
Ketua Tim Medical Check Up (MCU) Pilkada Sumsel 2020, dr. Julius Anzar, Selasa, mengatakan 20 dokter spesialis itu terdiri atas spesialis saraf, psikiater, jantung, THT, mata, radiologi, penyakit dalam, obgyn, ortopedi dan urologi.
"Masing-masing spesialis ada dua dokter," ujarnya di sela-sela tes psikotes calon kepala daerah di RSUP Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Menurut dia, tes kesehatan pada 8-9 September terpusat di RSMH Palembang yang sudah ditunjuk oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumsel sebagai lokasi tes.
Tahapan pemeriksaan pada hari pertama dimulai dari tes psikotes tertulis yang dimotori Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sumsel, lalu tes wawancara dan tes narkoba dari Badan Narkotika Nasional Provisi (BNNP) Sumsel.
Selanjutnya pada hari kedua calon kepala daerah menjalani tes kesehatan yang akan dicek masing-masing dokter spesialis dan diperkirakan selesai pada Rabu (9/9) sore.
"Nanti hasilnya pemeriksaan diplenokan dulu hari Kamis (10/9), baru diserahkan ke KPU," tambahnya.
Pada tes kesehatan tersebut tidak semua calon kepala daerah mengikuti pemeriksaan, kata dia, baru 20 dari 26 orang calon bupati dan wakil bupati yang diperiksa hingga esok, 20 orang itu berasal dari Kabupaten Musi Rawas (Mura), Muratara, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Ogan Ilir, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
"Satu pasangan dari OKU dan satu pasangan OKU Selatan belum ikut tes karena ada perpanjangan pendaftaran di sana," kata dr. Julius.
Sementara dua orang lainnya yakni calon Bupati PALI, Heri Amalindo dilaporkan sakit dan masih dalam perawatan, serta calon Wakil Bupati Musi Rawas Utara, Surian sedang menjalani karantina mandiri karena terkonfirmasi positif COVID-19.
