Inggris cegah 100.000 kasus kanker dengan memberikan vaksin HPV

id Vasksin HPV,Kanker Serviks,Inggris

Penyanyi asal Inggris Jess Glynne membawakan sebuah lagu dalam perhelatan #HoldMyHandForHope di Central Park, Jakarta, Minggu (11/10). Perhelatan tersebut merupakan wujud aksi sosial peduli kanker. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

London (ANTARA) - Sebanyak 100.000 kasus kanker dapat dicegah di Inggris dalam 40 tahun ke depan dengan pemberian vaksin human papillomavirus (HPV), yang menyebabkan kanker serviks, mulut, anus dan alat kelamin, kata pejabat kesehatan Inggris pada Selasa.

Saat mengumumkan perpanjangan program vaksinasi untuk mencakup anak lelaki serta anak perempuan, para ahli Public Health England (PHE) mengatakan rencana imunisasi tersebut akan mencegah sebanyak 64.000 kanker serviks dan hampir 50.000 kanker non-serviks sampai 2058.

Itu adalah 50 tahun setelah pelaksanaan program vaksinasi HPV di Inggris, yang dimulai pada anak perempuan pada 2008, kata Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa. Saat itu, orang yang diberi vaksin sebagai remaja mungkin tetap terserang kanker yang berkaitan dengan HPV, kata PHE di dalam satu pernyataan.

Human papillomavirus atau HPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi di permukaan kulit, serta berpotensi menyebabkan kanker serviks. Infeksi virus itu ditandai dengan tumbuhnya kutil pada kulit di berbagai area tubuh, seperti lengan, tungkai, mulut, serta area kelamin.



HPV adalah virus yang menular melalui hubungan seks yang berkaitan dengan 99 persen kanker servikc, serta 90 persen kanker anus, sebanyak 70 persen kanker vagina dan kemaluan perempuan dan lebih dari 60 persen kanker penis.

PHE menyatakan dari September tahun ini anak lelaki yang berusia 12 dan 13 tahun di Inggris akan diberi suntikan sebagai bagian dari program kesehatan pemerintah.

Karena anak perempuan Inggris mulai diberi vaksin HPV pada 2008, berbagai studi telah memperlihatkan penularan beberapa jenis virus penting telah turun sampai 86 persen pada anak perempuan yang berumur 16 sampai 21 tahun di Inggris. Satu studi di Skotlandia juga memperlihatkan vaksin itu telah mengurangi penyakit serviks pra-kanker pada perempuan sampai sebanyak 71 persen.

Robin Weis, profesor onkologi virus di University College London, mengatakan perpanjangan program HPV "menjadi situasi yang saling menguntungkan".

"Vaksin HPV telah menikmati 10 tahun keberhasilan dalam melindungi anak perempuan terserang kanker serviks saat dewasa," kata Weis di dalam komentar melalui surel. "Itu tampaknya jelas ... bahwa anak lelaki yang diberi vaksin akan dengan sendirinya memperoleh manfaat karena tidak terserang kanker penis, anus dan hilangnya resiko kanker tengkuk serta kepala."

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar