Peluncuran buku "Dear Jane" dimeriahkan dramatisasi

id Alex abbad,dear jane,novel pratiwi,pratiwi juliani

Faradina Mufti dan Alex Abbad saat teatrikal reading dalam peluncuran buku "Dear Jane" di Kinosaurus, Jakarta, Minggu (12/5/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) - Peluncuran buku "Dear Jane" karya Pratiwi Juliani di Kinosaurus Jakarta, Minggu, turut dimeriahkan dengan dramatisasi sejumlah skema dalam novel tersebut oleh Tio Pakusadewo, Faradina Mufti, dan Alex Abbad.

Menurut Pratiwi, novel ciptaannya terdiri dari tiga karakter yakni Andri (Tio), Jane (Faradina) dan Alexander (Alex). Setiap karakter itu, dibuat cuplikan ceritanya oleh Pratiwi melalui dramatisasi yang diperankan oleh publik figur tersebut.

"Saya gambarkan tiga karakter itu punya keunikan dan cara berpikir masing-masing. Tapi pada akhir cerita, mereka punya satu kesamaan yaitu orang yang enggak bisa dipercaya," kata Pratiwi usai peluncuran buku "Dear Jane".

Alex Abbad mengaku pengadegan tokoh dalam novel secara langsung menjadi pengalaman pertamanya.

"Waktu zamannya saya ngeband, saya sering bikin freestyle baca puisi. Tapi, itu kan musikalisasi. Kalau yang ini beda. Saya baru sekali ini teatrikal reading. Sebetulnya waktu tadi malam ketemu, katanya enggak usah diadegankan. Tapi pas saya nengok ke Fara, ternyata dia beneran. Kalau dari awal direncanakan bareng pasti tadi lebih keren," ujar Alex.
 
Buku "Dear Jane" karya Pratiwi Juliani (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)


"Dear Jane" berkisah tentang seorang perempuan muda bernama Jane yang mengubah arah kehidupannya setelah bertemu dengan Andri di tengah konfliknya. Buku ini mengajak pembaca untuk mengenali cinta, kecemasan, diri sendiri dan bagaimana sebuah kemanusiaan menjadi dasar kehidupan masing-masing.

Novel itu adalah salah satu karya yang terpilih dalam program Emerging Writers Ubud Writers and Readers Festival 2018. Selain "Dear Jane" Pratiwi juga memiliki buku kumpulan cerita pendek berjudul "Atraksi Lumba Lumba dan Kisah-Kisah Lainnya".
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar