Pemkot Palembang subsidi ongkos pelayanan Trans Musi

id subsidi angkutan umum, pemkot palembang subsidi ongkos bus, tarif pelayanan angkutan umum , bus ,bus trans musi, harnojoyo, pemkot,trans musi,berita s

Bus Trans Musi melintas di salah satu jalan utama Kota Palembang. (ANTARA Sumsel/Feny Selly)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, masih mensubsidi ongkos pelayanan bus Trans Musi untuk mendorong warga kota setempat menggunakan angkutan umum dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

"Ongkos atau tarif biaya jasa pelayanan bus angkutan umum dalam kota Trans Musi sekarang ini hanya Rp5.000 per orang padahal normalnya Rp12.000 per orang, jika tidak disubsidi bisa memberatkan dan ditinggalkan warga," kata Wali Kota Palembang, Harnojoyo di Palembang, Selasa.

Bus angkutan umum dalam kota yang dikelola perusahaan milik daerah itu, tidak mungkin bisa terus beroperasi melayani warga Bumi Sriwijaya ini jika menerapkan ongkos/tarif pelayanan sesuai dengan perhitungan bisnis.

"Pengoperasian angkutan umum Trans Musi jika dilakukan atas dasar perhitungan secara bisnis tidak akan pernah berjalan, karena ongkos Rp12.000 satu kali perjalanan cukup tinggi bagi sebagian besar warga kota ini," ujarnya.

Subsidi tarif angkutan umum bus Trans Musi dilakukan hingga perusahaan daerah dinilai mampu mandiri dengan pendapatan yang diperoleh dari pelayanan kepada warga kota ini.

Pemberian subsidi terhadap angkutan umum sesuai ketentuan, dengan tarif yang ringan bisa mendorong warga Palembang menggunakan bus angkutan umum sehingga mengurangi keberadaan kendaraan bermotor roda dua dan empat pribadi di jalan raya.

Dengan berkurangnya kendaraan pribadi di jalan raya, bisa mencegah terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang dapat menimbulkan kerugian harta benda serta korban jiwa.

Untuk meningkatkan daya tarik warga kota menggunakan angkutan umum, pihaknya berupaya mensinergikan moda angkutan umum yang ada di Kota Palembang seperti bus Trans Musi yang terkoneksi dengan kereta api layang ringan (LRT) dan bus air dengan satu tarif.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar