PT KAI buka rute baru Kertapati-Prabumulih

id pt kai,kereta api,stasiun kertapati,kai buka jalur kertapati-prabumulih,rel kereta api,stasiun kereta api

Stasiun kereta api Kertapati Palembang (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/17)

Palembang  (ANTARA News Sumsel) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang membuka rute baru Kertapati (Palembang)-Prabumulih dengan meluncurkan KA Prabu Jaya mulai 17 September 2018.

Manajer Humas Divre III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Sabtu, mengatakan, operasi perdananya sudah dimulai sejak 17 September lalu dengan jadwal keberangkatan 06.20-7.25 WIB untuk Kertapati?Prabumulih dan 09.00?10.21 WIB untuk Prabumulih?Kertapati.

Rangkaian KA Prabu Jaya terdiri dari empat gerbong eksekutif ditambah dengan tiga gerbong bisnis, dan 1 KMP dengan kapasitas 392 penumpang.

Ia menjelaskan pengoperasian KA Prabu Jaya dilakukan untuk mengakomodasi permintaan masyarakat di rute tersebut karena Kota Prabumulih semakin berkembang dengan menjadi pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan dan pendidikan di kawasan tersebut.

"KAI menilai apa yang sedang berkembang ini perlu didukung ?dengan angkutan umum massal yang ?aman, nyaman dan bebas macet," ujar Aida.

Terkait tarif KA Prabu Jaya, Aida mengatakan diberlakukan tarif promo yaitu Rp45 ribu untuk kelas eksekutif dan Rp35 ribu untuk kelas bisnis.?

"Tiket dapat dibeli langsung di stasiun keberangkatan dan tarif promo ini berlaku selama satu bulan," kata dia.

Ia menambahkan, pengoperasionalan KA Prabu Jaya ini merupakan komitmen PT KAI sebagai penyedia jasa transportasi publik yang aman, nyaman dan bebas macet serta mengurangi beban di jalan raya.?

Selain itu, kebutuhan akan transpotasi kereta api menuju Prabumulih terus mengalami peningkatan cukup tajam setiap tahunnya. Hal ini juga menjadi alasan pihaknya untuk menambah dan memfasilitasi penumpang Prabumuluh.

"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan KA Prabu Jaya untuk berpergian tujuan Prabumulih dan menuju Kertapati menggunakan moda transportasi KA," kata dia. (D019)
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar