Mencicipi pempek warna-warni

id pempek kekinian, pempek-pempek warna warni, pempek, kuliner khas palembang, pempek khas palembang

Makanan khas Palembang Pempek kreasi warna-warni (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/17)

....Dengan warna yang beraneka ragam tersebut membuat pempek warna-warni yang dia kreasi banyak dipesan dalam bentuk tumpeng yang disusun dalam berbagai bentuk menarik....
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Makanan khas Palembang pempek beberapa waktu ini mulai mengikuti perkembangan jaman. Pempek masa kini tidak hanya dikenal dengan aneka jenisnya yang beragan dan lezat tapi juga dalam aneka bentuk dan warna yang menarik dan unik.

Adalah dua produsen pempek di Palembang yang cukup dikenal dan berani mengkreasikan makanan khas Palembang ini dalam aneka bentuk fan warna yang unik, yaitu produsen Pempek Sultan dan Pempek Cece 88.

Pempek Sultan sejak pertengahan 2017 mulai mencoba menawarkan pempek warna-warni kepada pelanggannya.

Menurut Fifi Fitrianti, pemilik rumah makan Pempek Sultan dan pindang agan ini,  pempek warna-warni ini  ia tawarkan karena mengandalkan bahan-bahan alami dan sehat.

"Pempek ini awalnya saya buat untuk anak saya yg sulit makan sayuran," ujar pengusaha yang tengah mengelola tiga cabang rumah makan ini.

Dengan buah dan sayur di dapurnya fifi pun mengkreasikan tiga macam warna bagi pempek yang ia buat.

Pertama warna hijau yang ia dapatkan dari sayuran sawi, warna oranye dari wortel, dan warna merah yang ia ramu dari buah naga merah.

Ketiga macam warna tersebut dipadu dengan ikan tenggiri giling sehingga menghasilkan pempek yang nikmat, bergizi, dan menarik.

"Ada tiga jenis pempek yaitu lenjer kecil, telur kecil, dan keriting yang saya ramu dengan warna sayuran," ujar perempuan berlesung pipit ini.

Dengan warna yang beraneka ragam tersebut membuat  pempek warna-warni yang dia kreasi banyak dipesan dalam bentuk tumpeng yang disusun dalam berbagai bentuk menarik. 

Fifi bahkan menciptakan pempek kapal selam raksasa dengan berat belasan kilo yang penyajiannya dipadukan dengan pempek warna-warni dan dinamai dengan nama pempek titanic.

Sedikit berbeda dengan fifi, Puji pemilik pempek cece 88 mencoba mengkreasikan pempek layaknya kerajinan kriya yang cantik.

Ia membentuk pempek dengan rupa dan warna menyerupai karangan bunga yang menarik mata.  Tidak hanya itu ia juga sanggup membuat pempek dengan karakter kartun ternama seperti "helo kitty" atau juga "finding nemo".

"Bentuk pempek yang cantik ini dibuat dengan tangan tanpa cetakan," ujar wanita yang menjalankan bisnis rumah makan bersama kakaknya ini.

Dengan sajian dan bentuk yang menarik tak ayal pempek menjadi hidangan pelengkap acara bahkan pengganti tumpeng atau kue ulang tahun yang sangat diminati.

"Tentu beda dengan kue ulang tahun yang tidak semua orang suka makan manis, tapi kalau pempek hanpir semua orang suka," ujar puji.

Fifi pun mengakui pempek kreasi masa kini seperti ini memang disukai karena bentuk dan rasanya yang ideal untuk berbagai acara.

Ia mengaku hampir setiap minggu selalu mendapat pesanan baik tumpeng pempek maupun pempek titanic untuk perayaan ulang tahun, syukuran, maupun acara selamatan.

Dari segi harga pempek bergaya kekinian ini dibandrol dengan harga bervariasi dan terjangkau. Pempek Sultan membandrol harga mulai dari Rp 150.000 untuk tumpeng pempek warna-warni atau tergantung dari jumlah pempek yang digunakan dalam tumpeng dan tingkat kerumitannya.

Sementara pempek cece membandrol harga mulai dari Rp 100.000  untuk pempek karangan bunga dan pempek karakter bergantung dari ukuran sesuai permintaan pelanggan.

Pempek bergaya masa kini tersebut hanya butuh beberapa waktu untuk dikenal di dalam kota maupun luar daerah Sumatra Selatan.

Sejak dikenal baik pempek Sultan maupun pempek Cece 88 cukup banyak mendapat pesanan dari luar daerah.

Dalam hal ini pempek sulthan menggunakan pengiriman beku dan vacum, sementara pempek cece sendiri memberikan kiriman pempek bentuk bunga ukuran kecil  secara utuh dalam paket, namun untuk ukuran besar mengemasnya dalam kondisi yang terpisah.


Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar