Pengrajin pempek keluhkan harga ikan giling mahal

id pengrajin pempek,pempek,penggilingan ikan,berita palembang,berita sumsel,usaha kecil menengah,pedagang pempek palembang

Arsip- Aneka jenis pempek di salah satu stan pada pameran Festival Kuliner Pempek . (Antarasumsel.com/Feny Selly/Ang/17)

Pangkalpinang (Antaranews Sumsel) - Pengrajin pempek di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluhkan harga ikan giling di pasar tradisional mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

"Mahalnya harga ikan giling di pasar sudah berlangsung sejak tiga bulan terakhir sehingga mengakibatkan keuntungan pengrajin pempek berkurang," ujar salah seorang pengrajin pempek di Jalan Baru, Pangkalpinang, Rani, Selasa.

Ia menyebutkan harga ikan ciu dari Rp20 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram, Ikan pirang Rp15 ribu menjadi Rp30 ribu, sedangkan untuk ikan tenggiri biasanya Rp50 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram.

"Untuk sementara waktu kita tidak memproduksi pempek ikan tenggiri karena harga tinggi dan takut rugi," ujarnya.

Mahalnya harga ikan giling membuat Rani harus mengurangi produksinya karena stok ikan giling di pasaran juga sedikit bahkan kualitas ikan kurang bagus.

"Biasanya kita sering stok ikan di kulkas supaya tidak repot lagi ke pasar saat pempek sudah habis tapi sekarang kita tidak berani stok. Kalau pempek sudah habis, jualan kita lanjutkan besoknya lagi dan produksi pempek per hari juga sedikit karena selain mahal, stok ikan giling sedikit," katanya.

Dalam satu hari, biasanya Rani membutuhkan sekitar 20 kilogram ikan giling tapi sekarang hanya sekitar 10 hingga 15 kilogram daging ikan saja karena produksi berkurang.

"Perekonomian yang  kini sedang lesu dan harga sembako naik membuat pembeli sepi. Biasanya omset yang kita dapatkan per hari Rp3,5 juta tapi sekarang hanya sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta," katanya.

Pedagang pempek lainnya, Erwin harus menaikkan harga pempeknya Rp1 ribu supaya hasil daganganya masih tetap untung dan bisa membayar pegawainya sebanyak dua orang.

"Terpaksa kita naikkan harga pempek tapi cuma Rp1 ribu saja karena kalau naiknya terlalu tinggi, bisa-bisa pelanggan kita kabur," katanya.

Ia menyebutkan harga pempek lenjer menjadi Rp9 ribu dari harga sebelumnya Rp8 ribu, Pempek kapal selam menjadi Rp13 ribu dari Rp12 ribu,  pempek kecil dengan berbagai varian dari Rp1.500 menjadi Rp2.500 per satuan.

"Harga bahan baku seperti ikan giling mahal dan terbatas sehingga produksi pempek berkurang. Biasanya produksi pempek sebanyak 50 kilogram namun sekarang sekitar 20 hingga 30 kilogram," katanya.

Ia berharap nelayan kembali melaut supaya pasokan ikan di Pangkalpinang berlimpah dan harga bisa kembali normal.

Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar