Australia bantu Palembang bangun stasiun pengukur cuaca

id pemkot, pemkot palembang

Australia bantu Palembang bangun stasiun pengukur cuaca

Pemerintah Kota Palembang (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Australia membantu Kota Palembang, Sumatera Selatan, membangun stasiun pengukur yang memiliki alat pengukur kecepatan angin, arah angin, serta curah hujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Kota Palembang Syaiful di Palembang, Selasa mengatakan stasiun itu akan berlokasi di kawasan Sei Selayur.

Stasiun hanya berupa tiang dengan tinggi sekitar 10 meter. Meski berbentuk layaknya tiang listrik, fungsi dan kecanggihannya jauh melebihi stasiun pengukur udara yang dikelola Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Pada tiang tersebut terdapat alat berbentuk kotak kecil yang berfungsi membaca kondisi cuaca di Palembang yang terkoneksi dalam sistem komputerisasi.

Stasiun ini tidak menggunakan tenaga listrik untuk beroperasi karena menggunakan solar cell atau energi cahaya matahari yang disimpan di dalam baterai dengan usia pakai sekitar satu tahun.

"Melalui stasiun pengukur ini, Australia juga dapat mengetahui kondisi cuaca di Palembang," kata dia.

Selain mendapatkan bantuan pembangunan stasiun cuaca, Palembang juga mendapatkan dana hibah dari Australia melalui lembaga AusAID senilai Rp1,2 triliun.

Dana hibah itu diperuntukkan untuk pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) skala perkotaan pada 2016.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan bantuan dari pemerintah Australia ini juga pernah diterima Kota Palembang yang disalurkan ke PDAM Tirta Musi untuk pemasangan sambungan berlangganan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan bantuan hibah pembangunan ipal skala kawasan (sedang berjalan).

"Kini, persoalan lingkungan pada suatu negara sejatinya juga menjadi persoalan di negara lain," kata dia.

Pewarta :
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.