Palembang (ANTARA Sumsel) - Ketua Umum KONI Sumsel Muddai Madang mengatakan, atlet senior masih menjadi tumpuan Sumatera Selatan dalam Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 di Jawa Barat karena atlet junior masih kekurangan jam terbang di ajang nasional.
"Berdasarkan laporan dari cabang olahraga, memang masih muka lama yang diandalkan pada PON mendatang," kata Muddai seusai bertatap muka dengan atlet dan pelatih di Palembang, Sumsel, Jumat.
Ia mengatakan, para senior ini tetap dibebani medali karena beberapa di antaranya masih tercatat sebagai yang terbaik di ajang skala nasional.
"Kemungkinan besar tim PON akan ada kombinasi antara atlet senior dan junior, sehingga ada regenerasi atlet untuk prestasi di masa datang," kata dia.
Ia mengatakan, untuk menghadapi PON Jabar nanti, KONI Sumsel telah menyiapkan pemusatan latihan bagi atlet yang diproyeksi berlaga pada kompetisi empat tahunan tersebut.
KONI Sumsel mengusung program Sumsel Cemerlang untuk mengejar target sepuluh besar pada PON mendatang.
Gubernur Sumsel juga memberikan dukungan penuh denga menerbitkan surat penetapan cabang olahraga unggulan yang dikelompokkan dalam dua kategori.
Kategori pertama yakni atletik, anggar, biliar, menembak, ski air, dayung, pencak silat, renang, dan senam. Sementara kategori dua catur, karate, panjat tebing, sepak takraw, dan boling.
"Dana pembinaan atlet berprestasi sudah disiapkan sehingga kebutuhan peralatan latihan dan bertanding dapat terpenuhi, begitu pula jika ada cabang olahraga yang ingin uji coba ke luar negeri," kata dia.
Pada PON di Riau tahun 2012, Sumsel gagal mencapai target menembus sepuluh besar setelah finis pada urutan ke-14 dari 34 provinsi dengan raihan 10 emas, 14 perak, dan 29 perunggu. Jumlah raihan emas ini hanya berselisih satu emas dibandingkan tahun 2008 di Kalimantan Timur.
