Produksi pabrik karet Palembang turun

id karet, karet ekspor

Harga getah karet di tingkat pabrik turun (Foto Antarasumsel.com/14/E Permana)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Produksi pengolahan pabrik karet setengah jadi di Kota Palembang mengalami penurunan sampai 40 persen dari total sejuta ton per tahun.

Penurunan produksi karet tersebut karena berkurangnya pasokan getah dari petani akibat murahnya harga jual komoditas itu, kata Ketua Gabungan pengusaha karet Indonesia (Gapkindo) Palembang Alex K Edy yang juga pimpinan pabrik karet PT Hevea MK Dua, Kamis.

Menurut dia, harga karet di pasaran dunia kini hanya 1,6 dolar Amerika Serikat per kilogram.

Padahal, sebelumnya harga komoditas unggulan Sumatera Selatan itu pernah mencapai lima dolar AS per kilogram, tambahnya.

Akibatnya, dengan harga petani sebesar Rp4.000 per kilogram ia mengatakan banyak petani yang enggan menyadap hasil kebun itu.

Hal itu, juga berdampak pada penurunan produksi karet SIR20 dan SIR10 yang diolah pabrik di Gandus, katanya.

Dia menjelaskan, di Kota Palembang terdapat 14 pabrik pengolahan getah karet menjadi barang setengah jadi.

Dengan melibatkan sekitar 4.000 tenaga kerja di seluruh pabrik kota pempek, ujarnya.

Alex menambahkan, SIR 20 dan SIR 10 itu selama ini mayoritas dikirim keluar negeri, seperti Tiongkok dan Amerika Serikat.

Kebutuhan bahan baku karet dalam negeri hanya sekitar 400.000 ton per tahun, karena itu karet olahan mayoritas diekspor, tambahnya.
Pewarta :
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar