Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Harga bahan bangunan di Lampung sepanjang Mei masih bertahan seperti bulan lalu, namun harganya diperkirakan meningkat tipis jika harga bahan bakar minyak (BBM) bersubdisi akhirnya naik bulan Juni.
Menurut sejumlah pengusaha bahan bangunan di Bandarlampung, Kamis, harga semen di bulan ini masih tetap bertahan seperti April, namun lebih rendah jika dibandingkan dengan harganya pada Januari dan Februari lalu.
"Harga semen Padang Rp55.000/sak, semen Holcim Rp56.000/sak dan harga semen Baturaja sedikit di atasnya," kata Desy, salah satu pedagang bahan bangunan di Bandarlampung.
Desy menyebutkan harga besi juga masih stabil, seperti harga besi ukuran delapan mm yang berkisar Rp31.000- Rp35.000/batang.
Pengusaha lainnya, A Hong, juga menyebutkan harga semen masih bertahan, namun harganya berpeluang naik tipis jika harga BBM naik.
Saat ini ia menyebutkan harga semen Holcim dijualnya Rp55.500/zak, dan harga besi bervariasi tergantung merek, ukuran dan kualitas.
Sementara itu, sejumlah pengusaha pembuatan batu bata dan genting juga menyebutkan harga bahan bangunan itu masih stabil, meski hujan masih kerap melanda wilayah Lampung.
Salah satu pengusaha batu bata dan genting di kawasan Natar Kabupaten Lampung Selatan, Parman, menyebutkan harga satu bata berkisar Rp550- Rp625 dan satu genting sekitar Rp800-Rp900.
Parman menyebutkan usaha pembuatan genting mendapatkan kendala memperoleh kayu sebagai bahan bakar, sementara genting mendapatkan ancaman dan industri asbes dan genting metal/bata.
Sementara itu, salah satu pengusaha genting di Kabupaten Pringsewu, Walit, menyebutkan harga genting di daerahnya berkisar Rp750-Rp900/genting.
"Genting biasa harganya Rp750 dan genting super Rp950. Itu belum termasuk biaya ongkosnya," kata Walit.
Karena pembakaran genting dan bata masih menggunakan non-BBM, diperkirakan kenaikan harga BBM hanya akan berdampak pada kenaikan biaya distribusinya.
Sementara harga pasir berkisar Rp450.000- Rp600.000/truk berisi 4 kubik.
Harga pasir asal Gunungsugih Lampung Tengah Rp600 ribu/truk, sedang harga pasir dari Tanjungbintang Lampung Selatan Rp450.000/truk.
Harga bahan bangunan di Lampung biasanya melonjak menjelang berakhirnya masa pelaksanaan tahun anggaran (APBN/APBD), karena saat itulah pengerjaan proyek bangunan dipercepat penuntasannya.
