Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Peningkatan harga tandan buah segar kelapa sawit yang sempat anjlok menumbuhkan lagi gairah petani untuk kembali merawat dan menanam komoditas perkebunan tersebut di sentra perkebunan sawit Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung.
Sejumlah petani kebun sawit di Desa Kotabatu Kecamatan Pubian Kabupaten Lampung Tengah, Minggu, menyatakan sejak beberapa pekan terakhir harga TBS kelapa sawit beranjak naik dan kondisi stabil pada harga Rp1.200/kg sebelumnya.
Kenaikan harga buah sawit itu disambut sangat gembira oleh para petani setempat, mengingat harga TBS kelapa sawit di Lampung Tengah pada awal tahun 2012 lalu mencapai Rp1.200/kg sempat anjlok menjadi Rp500/kg pada akhir tahun 2012 hingga awal tahun 2013 ini.
Namun belakangan harga sawit itu berangsur meningkat menjadi di atas Rp600/kg hingga Rp700/kg, lalu pada awal Mei 2013 ini kembali ke harga normal sekitar Rp1.200/kg.
Menurut informasi, di tingkat pabrikan atau pedagang pengumpul ada yang harganya sudah mencapai Rp1.400/kg.
Sebelumnya, Bupati Lampung Tengah, A Pairin mengatakan, daerah itu termasuk salah satu senra perkebunan kelapa sawit di Provinsi Lampung dengan lahan perkebunan kelapa sawit sekitar 17.000 hektare (ha), dan diharapkan terus meningkat.
Menurut Pairin, sebagai salah satu sentra perkebunan kelapa sawit, pihaknya mengharapkan agar harga sawit itu bisa stabil dan bahkan bila mungkin dapat terus meningkat.
"Harga sawit yang membaik diharapkan dapat meningkatkan kembali gairah para petani untuk memelihara dan menanam kelapa sawit," katanya.
Sekretaris Desa (Sekdes) Kotabatu Kecamatan Pubian Kabupaten Lampung Tengah, Saipul, membenarkan bahwa sudah sekitar satu bulan terakhir harga TBS kelapa sawit di desanya berangsur naik, dan kini telah kembali ke harga semula yaitu Rp1.200/kg.
"Sudah sekitar satu bulan ini harga TBS sawit naik ke Rp1.200 per kg, sehingga petani sawit bergembira menyambutnya," katanya lagi.
Desa Kotabatu merupakan salah satu desa miskin dan tertinggal di Lampung Tengah.
Saat hujan lebat mengguyur wilayah desa itu, sering mengakibatkan menjadi terisolasi di daerah yang berjarak sekitar 100 km sebelah barat laut Kota Bandarlampung.
Namun desa ini menjadi penghasil kelapa sawit dan sudah lama sebagai penghasil komoditas kopi, padi (beras), cokelat, kelapa, palawija, dan penghasil ikan air tawar.
Kepala Desa (Kades) Kotabatu Suwarno juga membenarkan bahwa minat petani di dessnya menanam sawit terus meningkat atau sudah mencapai sekitar 200 hingga 300 kepala keluarga (KK) dari sekitar 700 KK yang didorong harga komoditas itu yang membaik.
Namun saat harga sawit anjlok, petani setempat kebingungan dan bahkan dilanda kesusahan karena banyak hasil panen buah sawit yang terlambat dibongkar di pabrik mengakibatkan terjadi antrean.
Sempat pula petani di Lampung Tengah menjual TBS kelapa sawit ke Provinsi Bengkulu menjelang akhir tahun 2012 lalu.
Harga TBS kelapa sawit beranjak naik
Ilustrasi - TBS sawit (FOTO ANTARA)
...Kenaikan harga buah sawit itu disambut sangat gembira oleh para petani setempat, mengingat harga TBS kelapa sawit sempat anjlok menjadi Rp500/kg...
