Komoditas kakao jadi tanaman sela

id kakao, tanaman sela pohon kopi

Komoditas kakao jadi tanaman sela

Budidaya kakao (coklat) dijadikan tanaman sela untuk menambah penghasilan (FOTO ANTARA)

....Petani di Sumatera Selatan menanam kakao di sela tanaman kopi untuk menambah penghasilan, kata Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Safar Bahri....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Petani di Sumatera Selatan menanam kakao di sela tanaman kopi untuk menambah penghasilan, kata Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Safar Bahri.

"Menanam kakao di sela-sela tanaman kopi dapat menambah penghasilan petani sekitar Rp400.000 perbulan. Daripada lahan di sela-sela tanaman kopi tidak dimanfaatkan maka lebih baik digunakan," kata Safar ketika ditanya upaya meningkatkan kesejahteraan petani kopi, di Palembang, Senin.

Arahan menanam kakao itu telah dilakukan pemerintah pusat sejak tahun 2002 untuk menjaga produksi kopi yang diprediksi bakal menurun.

Prediksi itu menjadi kenyataan mengingat dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan volume ekspor kopi. Para petani kopi memilih beralih menanam karet karena tergiur akan harga yang meroket.

"Panen kopi dilakukan hanya satu tahun sekali, sementara karet dilakukan setiap hari dan dijual setiap pekan. Inilah yang menjadi penyebab utama peralihan lahan," katanya.

Kondisi itu mendorong pemerintah menjalankan program diversifikasi usaha kopi dan kakao.

Pemerintah daerah menerima alokasi dana untuk menjalankan program itu dengan memberikan bantuan berupa bibit kakao kepada petani kopi.

"Program ini sudah dijalankan cukup lama, tapi hasilnya tidak signifikan karena petani belum seantusias seperti menanam kopi, karet, dan sawit," katanya.

Sehingga, total lahan kakao di Sumsel hanya 3.000 hektare yang tersebar di OKU Selatan, OKU Timur, Pagaralam, Lahat, Muaraenim, dan Empat Lawang.

Sementara Sumsel sendiri fokus mempertahankan komoditas unggulan yakni karet, sawit, kopi, dan kelapa.

Perkebunan kopi sendiri berkembang di lima kabupaten, di antaranya OKU Selatan 70.799 hektare dan Empat Lawang 61.978 hektare.

Sementara, total perkebunan kopi di Sumsel 256.149 hektare atau urutan ketiga setelah luas lahan karet dan sawit.
(Doly)


Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.