Baturaja (ANTARA Sumsel) - Bupati Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan mengeluhkan karena namanya dicatur oleh sejumlah oknum untuk mencari keuntungan pribadi memanfaatkan kesempatan meminta sejumlah dana kepada para kepala desa.

Pencatutan nama bupati itu terkait dengan mengucuran dana bantuan desa dari pusat dengan beragam modus dan pengajuan proposal, kata Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Kuryana Azis di Baturaja, Kamis.

Bupati mengatkaan, sudah banyak mendapat laporan terkait ulah oknum yang mencatut namanya untuk meminta sejumlah dana kepada para kepala desa (kades), bahkan kades sendiri datang melaporkan kasus tersebut.

Menurut bupati, modus yang dilakukan oknum yang belum diketahui orangnya itu, dengan cara menyebar proposal ke Camat dan Kades dengan alasan perintah bupati atau orang dekat Bupati.

"Terhadap permasalahan ini saya tegaskan semua itu tidak benar. Saya tidak pernah menyuruh siapapun. Jadi jangan mudah percaya. Hati-hati jangan sampai tertipu," tegas Kuryana.

Dalam bertindak, oknum tersebut membawa proposal dengan anggaran yang diajukan mencapai puluhan juta rupiah, bahkan ada mencapai Rp150 juta, namun menurut informasi diterimanya, saat diberi uang Rp50 ribu - Rp100 ribu si oknum menerimanya.

"Saya ingatkan sekali lagi, saya tidak pernah menyuruh. Jika kalian menemukan hal itu, laporkan kepada saya. Jika terbukti kebenarannya saya akan ambil tindakan tegas," katanya.

Bupati di hadapan peserta Rapat e-KTP di Kantor Pemda OKU menegaskan, apa yang dilakukan oknum itu tidak logis, sebab terlalu kecil seorang bupati meminta uang kepada Camat atau Kepala Desa.

"Terlalu kecil. Seharusnya saya yang memberi uang kepada camat dan kades," katanya.

Bupati tidak menyebut nama oknum itu, namun sudah mendengar banyak tentang ulah oknum-oknum yang meminta uang kepada para kades tersebut, salah satunya terjadi di Kecamatan Lubuk batang.

"Jangan percaya dengan mereka. Apalagi jika membawa-bawa nama bupati," kata Kuryana mengingatkan.