Jakarta (ANTARA) - Ahli gizi dan anggota Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) Diah Maunah mengatakan mengonsumsi mi instan kuah dapat menjadi lebih sehat dan masih bisa ditoleransi dengan memodifikasi bumbu memakai bumbu dapur dan penambahan lauk protein serta sayuran.
“Modifikasi penggunaan bumbu untuk menurunkan kandungan natrium, dengan cara penggunaan bumbu dapur untuk mengurangi penggunaan bumbu bubuk mi instan,” kata Diah kepada ANTARA, Senin.
Diah mengatakan dalam memasak mi instan kuah bisa dilakukan modifikasi dengan mengurangi penggunaan bumbu bubuk dan lakukan modifikasi, misal jika memasak untuk satu keluarga yang terdiri atas lima orang, maka penggunaan bumbu bubuk hanya tiga bungkus ditambahkan bumbu dapur seperti tumisan bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai segar.
Ia mengatakan, penambahan lauk saat mengonsumsi mi instan bisa berupa lauk hewani seperti telur, ayam suir, atau ikan untuk menambahkan protein.
Selain itu sayuran sebagai sumber kalium juga bisa ditambahkan untuk melengkapi kebutuhan serat dan menyeimbangkan kandungan natrium, seperti sawi hijau/putih, ketimun, kangkung, dan tomat.
Kiat konsumsi mi instan kuah dengan modifikasi bumbu dan lauk
Ilustrasi mi instan. ANTARA/HO-pixabay
